Jalan Antar Desa Sungai Bakah Ke Landau Garong Bagai Kolam Lele

MELAWI – Lancar tidaknya putaran ekonomi masyarakat juga sangat tergantung dari infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi. Jika infrastruktur rusak, maka roda perekonomian masyarakat tak akan berjalan mulus.

Hal itulah yang dirasakan masyarakat Sungai Bakah, Desa Nyangai serta desa tetangganya sekitarnya di Kecamatan Pinoh Selatan apabila ingin menjual hasil perkebunan dan pertaniannya ke Nanga Pinoh. Sebab akses jalan yang menjadi jalur utama tepatnya pada jalur antar Desa Sungai Bakah ke Desa Landau Garong kini bagaikan kolam lele.

Kondisi tersebut sudah sangat lama mengalami kerusakan, namun hingga saat ini belum juga ada perbaikan, baik menggunakan Dana Desa maupun Dana Pemerintah Kabupaten Melawi. Sehingga masyarakat yang menjadi korbannya.

Ardi, seorang warga yang sering kali melalui jalur jalan yang mengalami rusak parah tersebut mengatakan, jalan yang rusak itu sudah sangat lama terjadi. Namun belum ada perbaikan yang dilakukan pemerintah.

“Sekarang meskipun rusak parah, mau tidak mau dinikmati saja. Mau mengeluhpun siapa yang mau mendengar. Masyarakat disini sudah terbiasa melalui jalan rusak. Jadi sudah tidak heran lagi dengan kondisi jalan bagaikan kolam lele ini,” katanya saat ditemui disela-sela berusaha melalui jalan tersebut, beberapa hari lalu.

Warga lainnya, Iskandar, juga mengeluhkan hal yang sama. Jalan itu tepat antara Dusun Jambu desa Landau Garong menuju Dusun Sungai Bakah Desa Sungai bakah. Kondisi jalan sudah sangat lama, bahkan saking lamanya sudah tidak ingat kapan terakhir kali bisa melalui jalan bagus di lokasi daerah yang rusak itu.

“Kerusakan jalan ini kurang lebih sekitar satu kiloan yang parah. Kalau warga yang baru melalui jalan ini, tentu bisa jatuh. Namun kalau warga yang sering melaluinya sudah hapal mana yang sangat dalam dan mana yang tidak terlalu dalam. Sebab kedalaman kubangan lumpur ini tidak terlihat karena tertutup air dan lumpur,” ucapnya.

Ardi dan iskandar memiliki harapan yang sama, yakni berharap pemerintah membuka mata untuk memperhatikan infrastruktur khususnya akses jalan antar desa yang mengalami kerusakan cukup parah. “Mudah-mudahan pemerintah bisa tergerak hatinya mau memperbaiki kerusakan jalan ini jika membaca berita jalan rusak ini,” ucapnya.

Terpisah, Kadeh Sungai bakah, Lutih Kadok mengatakan, keerusakan jalan yang sangat parah tersebut merupakan jalan yang masih masuk di wilayah Desa landai Garing. Sementara yang masuk wilayahnya hanya sedikit dan tidak bergitu parah.

“Itu jalan masih masuk wilayah Desa Landau Garong. Ada batasnya di sekitar jalan yang mengalami keruakan parah itu. Kalaua di wilayah kita, akan kita upayakan untuk diperbaiki. Saat ini kami masih fokus membangun jembatan gantung sungai bakah, sebab karena tidak ada jembatan ini masyarakat juga merasa sangat kesulitan,melebihi jalan yang rusak itu. Karena kendaraan tidak bisa lewat,” jelasnya.

Dampak kerusakan tersebut tidak hanya dirasakan warga setempat,namun warga lainnya yang mencari nafkah dengan berkeliling juga merasakannya. Seperti yang dirasakan Leman, seorang pedagang Sayur keliling, Ia merasa kerusakan jalan itu mempersulit warga untuk menggunakan hak sebagai pengguna jalan.

“Jelas merasa kesulitan ketika melaluinya. apalagi seperti saya ini pedagang keliling yang membawa keranjang di motor. Namun karena mencari nafkah untuk keluarga dan juga menjaga pelanggan, sesulit apapun jalan tetap harus saya lalui. Ya, harapan kami mudah-mudahan pemerintah bisa segera memperbaiki akses jalan-jalan yang rusak menuju desa-desa,”pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.