Jalan Menuju Desa Tanjung Sari Berlubang Bagaikan Kolam Lumpur

MELAWI – Masyarakat Desa Tanjung Sari yang biasa disebut KKLK, Kecamatan Nanga Pinoh berharap pemerintah bisa melakukan peningkatan jalan menuju Desa Tanjung Sari. Pasalnya hingga saat ini jalan tersebut penuh dengan lubang yang bagaikan kolam lumpur.
Seorang warga Desa Tanjung Sari, Epiyantono mengatakan, jalan yang parah itu dari simpang jalan Provinsi sampai ke KKLK. Jalan tersebut memang belum diperbaiki sejak rusak. Apalagi kalau di musim hujan, kondisinya sangat parah, karena dimana-mana terdapat lubang yang genangan air.

“Sejak jalan tersebut rusak, saya jarang turun ke Nanga Pinoh, sebab kalau tidak ada urusan yang penting malas rasanya keluar desa melalui jalan yang rusak tersebut. Kami berharap semoga jalan ini bisa dibangun kedepannya. Karena dampaknya sangat dirasakan dengan kondisi jalan seperti sekarang,” ungkapnya, Selasa (18/12).

Terpisah, Anggota DPRD Melawi, Ardeni, mengaku prihatin melihat kondisi jalan menuju KKLK tersebut. Akses jalan yang juga menghubungkan dengan sejumlah desa lain ini menyulitkan masyarakat yang melaluinya. Dengan kondisi jalan yang seperti itu yang kasihan masyarakat, apalagi jalan ini satu-satunya jalan poros untuk menuju Kota Nanga Pinoh.

“Terlebih lagi bagi masyarakat di Desa Tanjung Sari, dimana selama ini Desa Tanjung Sari merupakan salah satu desa yang dikenal menghasilkan sayur-sayuran di Melawi. Sehingga setiap harinya para petani sayur-sayuran yang ada di Tanjung Sari turun ke pasar membawa sayur yang dipanen dari kebunnya untuk dijual ke Pasar Nanga Pinoh,” tuturnya.

Informasi yang ia dapatkan dari masyarakat setempat, jalan tersebut mulai rusak sejak tahun 2014 lalu. Karena belum diperbaiki, makanya kondisi saat ini semakin parah.

“Kami berharap kepada pemerintah supaya memperhatikan ruas jalan yang rusak ini, apalagi jalan ini merupakan akses penghubung ke empat desa,” ujarnya.

Menurut Deni, jalan menuju KKLK ini memang urat nadi perekonomian masyarakat, apalagi jalan ini menghubungkan ke empat desa yakni Desa Tanjung Sari, Poring, Tembawang Panjang dan Labai Mandiri.

“Jadi hasil alam masyarakat di sana semuanya diangkut melalui jalan ini. makanya kalau jalan rusak, trasportasi masyarakat menjadi terganggu. Maka kita minta pemkab segera meningkatkan jalan tersebut,” ujarnya.(Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.