Jawaban UN Beredar Melalui SMS Di Garut

Jawaban soal Ujian Nasional (UN) beredar melalui pesan singkat telepon seluler SMS dari nomor tak dikenal yang diterima siswa SMK Negeri 1 Garut, Jawa Barat, Senin. <p style="text-align: justify;">Jawaban soal Ujian Nasional (UN) beredar melalui pesan singkat telepon seluler SMS dari nomor tak dikenal yang diterima siswa SMK Negeri 1 Garut, Jawa Barat, Senin.<br /><br />Beredarnya kunci jawaban melalui SMS tersebut diakui Kepala SMK Negeri 1 Garut, Dadang Djohar Arifin, yang langsung melarang peserta UN membawa telepon seluler ke dalam kelas.<br /><br />Menurut Dadang jawaban UN yang beredar melalui pesan singkat tersebut palsu karena setelah selesai ujian kemudian dicocokan ternyata dari 50 jawaban soal UN yang benar hanya delapan soal.<br /><br />"Kunci jawaban yang beredar itu salah, sangat menyesatkan dan merugikan anak-anak yang percaya dengan jawaban itu," kata Dadang yang mengetahui kunci jawaban UN beredar pada siswanya sehari sebelum pelaksanaan UN.<br /><br />Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Mahmud, didampingi Kabid Pendidikan Menengah, Eutik Karyana, mengaku belum megetahui informasi beredarnya kunci jawaban melalui SMS yang diterima peserta UN.<br /><br />Beredarnya jawaban yang dipastikan palsu itu, Mahmud berharap kepada siswa agar jangan menghiraukannya, sehingga konsentrasi melaksankan UN tidak terganggu.<br /><br />"Kami belum dapat laporan itu (kunci jawabab beredar melalui SMS), tapi di SMKN 1 dapat laporan ada satu siswa tidak mengikuti UN karena sakit," katanya.<br /><br />Ia meyakini soal UN di Kabupaten Garut tidak terjadi kebocoran, karena dalam proses pelaksanaanya bahkan pendistribusiannya melibatkan aparat kepolisian menggunakan mobil ranger masing-masing Polsek.<br /><br />"Setiap anggota polisi bertugas mengawal pendistribusian soal ujian untuk pengamanan mencegah terjadinya kebocoran," kata Mahmud.<br /><br />Sementara itu peserta UN di Kabupaten Garut tercatat sebanyak 18.644 orang terdiri dari siswa SMA Negeri 6.411 orang, SMA swasta 1.961 orang.<br /><br />Sedangkan tingkat kejuruan, SMK Negeri 2.474 orang, SMK Swasta 4.447 orang, serta dibawah Kementerian Agama tingkat Madrasah Aliyah Negeri 777 orang, Madrasah Aliyah Swasta 2.527 orang. (Eka/Ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.