Jembatan Bajarum Belum Bisa Dilalui Mobil

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah hingga saat ini masih menutup arus lalulintas di jembatan Bajarum karena belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. <p style="text-align: justify;">“Sejak ditabrak tongkang pengangkut bijih besi pada Sabtu (21/12) lalu, tiang penyangga jembatan Bajarum retak, lantai jembatan bergeser sehingga tidak dapat menahan beban berat dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kotim Rustam Fuadi di Sampit, Kamis.<br /><br />Untuk mengatasi terputusnya arus lalulintas kendaraan roda empat, pemerintah daerah melalui perusahaan pemilik tongkang yang menabrak tiang jembatan Bajarum sekarang telah menyediakan kapal ferry penyeberangan.<br /><br />Kapal ferry penyeberangan tersebut mulai dioperasikan sejak Kamis (26/12) dengan mengambil tempat atau pelabuhan di sekitar jembatan Bajarum.<br /><br />Pengoperasian kapal ferry hingga batas yang tidak ditentukan atau sampai kondisi jembatan Bajarum membaik dan dapat dilalui kendaraan roda empat.<br /><br />Menurut Rustam, pengguna jasa kapal ferry atau kendaraan roda empat yang akan menyeberang sungai Mentaya tidak dipungut biaya atau gratis.<br /><br />Meski telah dioperasikan, pemerintah daerah belum menetapkan jadwal pelayanan dan untuk sementara beroperasi semampunya.<br /><br />“Kapal ferry tersebut memiliki daya angkut 10 unit mobil ukuran sedang, dan semua biaya operasional sepenuhnya ditanggung oleh pihak perusahaan pemilik tongkang yang menabrak tiang jembatan Bajarum,” katanya.<br /><br />Kapal ferry yang dioperasikan untuk melayani penyeberangan kendaraan roda empat hanya satu dan belum ada rencana pembahan.<br /><br />“Semula kami merencanakan ada dua kapal ferry penyeberangan yang dioperasikan, namun setelah dilakukan kajian di lapangan ternyata ada kerawanan terjadi tabrakan,” ungkapnya.<br /><br />Untuk mengatur kelancaran arus lalulintas kendaraan roda dua yang melintas di jembatan Bajarum dan penyeberangan kendaraan roda empat, pihak Dishubkominfo bekerja sama dengan pihak aparat kepolisian Kabupaten Kotim mendirikan posko pengamanan di sekitar lokasi jembatan bajarum.<br /><br />“Posko pengamanan bersama tersebut untuk mengatur arus kendaraan roda dua yang akan melintas di jembatan Bajarum dan mengatur antrian kendaraan roda empat yang akan menyeberang,” jelasnya.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.