Jembatan Jengkuat Tempunak Nyaris Putus

Jembatan di Dusun Jengkuat Desa Kupan Jaya Kecamatan Tempunak rusak bahkan nyaris putus akibat dihantam air bah yang terjadi Senin (18/4) lalu. Transportasi di kawasan yang menghubungkan empat desa tersebut pun terganggu. <p style="text-align: justify;"><br />“Itu akses jalan utama kami dan menghubungkan desa kami dengan desa Sungai Buluh, Gurung Mali dan Jaya Mentari,” kata Agustinus, Sekretaris Desa Kupan Jaya kepada Kalimantan-news, di Kecamatan Tempunak Sintang.<br /><br />Ia mengatakan kerusakan itu diakibatkan derasnya hujan di kawasan itu sehingga air Sungai Tempunak naik dan mengikis badan jalan di dekat jembatan.<br /><br />“Saya kira itu perlu penanganan segera karena saat ini saja jembatan itu sulit dilewati kendaraan roda empat, kalau roda dua masih bisa tapi jika dibiarkan, lama-lama roda dua pun tidak bisa lewat,” tukasnya didampingi wakil ketua BPD Kupan Jaya, Nagan.<br /><br />Selain itu juga ia mengatakan jalur satu-satunya itu juga menjadi akses masyarakat di kawasan hulu Tempunak itu untuk pergi ke puskesmas Jelimpau yang ada di jalan raya Kupan Jaya.<br /><br />“Kasihan masyarakat kalau tidak segera diperbaiki maka aktivitas sehari-hari masyarakat akan terhambat,” ucapnya.<br /><br />Selain soal jembatan, akses jalan utama di kawasan itu juga minim perhatian, meskipun beberapa waktu lalu telah digarap uleh UPJJ.<br /><br />“Tentunya harapan kita perawatan jalan dari Sintang menuju desa kami ini bisa rutin dilakukan, terutama ketika musim hujan ini, hujan sedikit saja, jalan sangat licin dan lumayan sulit dilalui,”  imbuhnya.<br /><br />Ia berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian lebih untuk daerah yang jauhd ari kota seperti desa mereka dengan memberikan kemudahan akses transportasi masyarakat.<br /><br />“Kalau jalannya bagus, jembatan juga tidak rusak, saya kira akan memudahkan masyarakat terutama untuk membawa sembako dan menjual hasil pertanian kami,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.