Juan kunjungi 2 Desa Ketungau Tengah

Warga Desa Panggi Agung, Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang mempertanyakan kejelasan dari rencana proyek air bersih seperti yang pernah di usulkan dan direspon oleh Gubernur kalimantan barat. Pertanyaan tersebut disampaikan masyarakat Desa Panggi Agung, Selasa (08/02/2011) yang diwakili oleh Kepala Desa Panggi Agung Hekman Elia dihadapan Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami sebelumnya sudah menyampaikan kepada Bapak Gubernur, saat beliau berkunjung kedesa kami beberapa waktu lalu," ungkap Hekman Elia dihadapan Wakil Bupati Sintang di gereja GKII Efata Kedembak Air Tabun.<br /><br />Menurutnya, saat itu Gubernur Kalimantan Barat Bapak Cornelis sangat merespon usulan tersebut, bahkan juga sudah ada survei dari Pemprop ke Desa Panggi Agung.<br /><br />"Tetapi hingga saat ini, belum ada perkembangannya,”tandasnya.<br /><br />Dijelaskan, proyek air bersih itu merupakan proyek lintas kabupaten karena sumber air bersihnya dari Belitang dan akan dialirkan juga ke Desa Panggi Agung.<br /><br />Untuk itu, kepada Wakil Bupati Sintang, masyarakat desa Panggi Agung meminta agar pemerintah kabupaten Sintang dapat membantu koordinasi dengan Gubernur Kalimantan Barat terkait rencana proyek air bersih di Desa Panggi Agung Kabupaten Sintang dan Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau.<br /><br />Sementara saat tatapmuka dengan masyarakat Desa Begelang Jaya yang dilaksanakan di gereja Katolik  Maria Ratu Rosari Lemetak, Rengan selaku Kepala Desa Begelang Jaya berharap agar Wakil Bupati Sintang membuat program untuk bantuan bibit karet dan bibit ikan, perbaikan jalan menuju Dusun Trisab yang memiliki panjang 4 KM serta pembangunan PLTMH karena jaringan PLN belum sampai ke desanya.<br /><br />Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan sangat merespon apa yang diharapkan oleh masyarakat. <br /><br />“Pemerintah daerah tetap komitmen untuk melanjutkan program bantuan bibit karet. Untuk itu saat harga karet sedang tinggi, saya mengajak masyarakat untuk berani berinvestasi dengan membeli lahan, membersihkannya, dan membeli bibit yang baru. Selain untuk memperluas lahan kebun karet, banyak uang masyarakat saat ini digunakan untuk menyiapkan dana bagi kebutuhan sekolah anak-anak yang mungkin tidak lama lagi akan memerlukan dana yang banyak. Saya ingatkan anak-anak kita harus tetap sekolah sebagai jalur resmi untuk kita merubah nasib kita” tuturnya. <strong>(phs)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.