Jumlah Pengunjung Ke Museum Balanga Kalteng Meningkat

Jumlah pengunjung ke Museum Balanga Kalimantan Tengah pada 2012 meningkat sangat signifikan apabila dibanding 2011, yakni dari 6.350 orang menjadi 11.000 orang. <p style="text-align: justify;">"Namun dari sebanyak pengunjung tersebut, masih didominasi jenjang pelajar hingga mahasiswa,"kata " kata Kepala Seksi Penyajian Tata Pameran dan Pelayanan Museum Balanga Kalteng Yerson di Palangka Raya, Kamis.<br /><br />Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan pihaknya yakni dengan membuat promosi dan baliho yang ditempatkan di titik strategis baik bandara maupun perbatasan luar kota,.<br /><br />Selain itu juga dengan adanya bantuan dana revitalisasi dari pusat sebesar Rp2,5 miliar pada 2011, yang dipergunakan untuk rehabilitasi fisik, administrasi, pengawasan dan perencanaan sehingga museum akan lebih menarik dan disenangi masyarakat.<br /><br />Ia berani menargetkan pada tahun depan, jumlah pengunjung sebanyak 15.000 orang dan akan lebih menggencarkan promosi tidak hanya di dalam kota tapi juga 13 kabupaten lainnya serta penempatan baliho di dalam bandara fasilitas umum lainnya.<br /><br />Dengan terpilihnya dia sebagai Duta Museum pada tahun ini, ia bertekad akan lebih mempromosikan keberadaan museum kepada masyarakat, agar ketertarikan warga di Bumi Tambun Bungai lebih meningkat lagi.<br /><br />Sebenarnya, kalau saja masyarakat lebih bisa mendalami makna keberadaan museum, akan dapat tertarik, karena fungsi museum tidak ada sebagai tempat rekreasi namun juga pendidikan dan penelitian.<br /><br />Diakuinya, filosofi budaya Dayak masih belum terlalu dikenal baik masyarakat luar Kalteng juga yang berdomisi di Kalteng. Hal ini terbukti setelah mengunjungi museum baru mengetahuinya.<br /><br />"Karena inilah lay out yang dibuat mengenai etnografi, karena harus dimulai dari jati diri dulu, yang selama ini orang Dayak sendiri belum mengenal sejauh mana jati dirinya,"ucapnya.<br /><br />Ia juga memberi apresiasi kepada pemerintah daerah atas peran sertanya terhadap keberadaan museum ini, meski belum maksimal karena ia memahami program Pemda fokus kepada infrastruktur untuk membuka daerah yang masih terisolasi disamping pendidikan dan kesehatan.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.