Kadis : Kalbar Surplus Beras 150 Ribu Ton

Provinsi Kalimantan Barat menyatakan, tahun 2015 surplus beras hingga sekitar 150 ribu ton, kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Hazairin. <p style="text-align: justify;">"Tetapi surplus beras tersebut hanya terjadi di sentra-sentra pertanian padi saja, seperti di Kabupaten Sambas, Bengkayang, Kubu Raya, Kayong Utara dan Ketapang," kata Hazairin di Pontianak, Rabu.<br /><br />Hazairin menjelaskan untuk Kabupaten Sanggau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Kota Pontianak dan Kota Singkawang minus dari produksi beras.<br /><br />"Secara agregat produksi beras dari sentra padi tersebut cukup, tetapi masalahnya tidak semua produksi beras itu bisa secara otomatis memenuhi kekurangan beras di daerah yang minus produksi beras itu. Sehingga harus melalui sistem perdagangan, akibatnya harga beras mengalami sedikit kenaikan," ungkapnya.<br /><br />Hazairin menambahkan hingga saat ini kenaikan harga beras pada umumnya di Kalbar relatif stabil, karena kekurangan beras bisa ditutupi oleh produksi beras dari daerah lainnya di Kalbar.<br /><br />"Saat ini, yang terjadi para pedagang beras menjual hasil beras dari sentra-sentra pertanian padi ke kota terdekat, misalnya dari sentra pertanian padi Kabupaten Sambas ke Kota Singkawang," ujarnya.<br /><br />Sebelumnya, Kepala BPS Kalbar, Badar menyatakan produksi padi di provinsi itu pada 2014 mengalami penurunan akibat alih fungsi atau konversi lahan sawah menjadi lahan perkebunan sawit dan lainnya. Jika dibandingkan dengan angka tetap tahun 2013, produksi tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 5,15 persen, dari sebelumnya 1,4 juta ton menjadi 1,3 juta ton.<br /><br />"Penurunan itu, disebabkan luas panen dan produktivitasnya juga menurun," ujarnya.<br /><br />Menyinggung angka pasti alih fungsi lahan sawah menjadi lahan perkebunan sawit, pihaknya mengakui tidak mengetahuinya secara pasti. "Tetapi saat ini sedang tren peralihan fungsi lahan tersebut," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan saat ini banyak ditemui, lahan-lahan sawah masyarakat, yang ditanami sawit oleh masyarakat. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.