Kadis : Tunjangan Guru Pedalaman Tidak Otomatis Berlanjut

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat Alexius Akim mengatakan tunjangan untuk guru di pedalaman sebesar satu bulan gaji tidak secara otomatis berlanjut setiap tahunnya. <p style="text-align: justify;">Menurut Akim, di Pontianak, Selasa (29/03/2011), pemberian tunjangan tersebut sifatnya proyek, dan tidak berlaku tetap sehingga akan diprogramkan setelah pengajuan kembali dilakukan.<br /><br />"Tunjangan bagi guru di pedalaman itu tidak berlaku setiap tahun melainkan proyek dari Kementerian Dinas Pendidikan yang diajukan oleh masing-masing kabupaten/kota," katanya.<br /><br />Ia mengatakan yang dikhawatirkan adalah masih ada guru yang belum paham bahwa setelah mendapat tunjangan di 2010 dipastikan kembali menerima tahun ini.<br /><br />"Padahal tidak demikian. Tetapi belum lama ini dari daerah yakni Sintang sudah ke Kementerian dan telah menyampaikan hal itu, kita harap 2011 ini sudah keluar," kata Alexius Akim.<br /><br />Ia mengakui terkait belum adanya kepastian tunjangan tersebut, ada sejumlah guru yang ingin berhenti mengajar, yakni dari pedalaman Kabupaten Sintang.<br /><br />Akim sendiri tidak memastikan berapa jumlah guru yang belum mendapat tunjangan tersebut. Tetapi dirinya memastikan bahwa para guru tersebut tetap akan menerima tunjangan setelah pengajuan dilakukan.<br /><br />"Bukan semua, tetapi bagi yang belum mendapatkan akan cair pada tahun ini. Dan keluarnya tunjangan ini juga ditetapkan berdasarkan kuota sehingga diharapkan kepada para guru yang belum mendapatkan tunjangan untuk bersabar menunggu," katanya.<br /><br />Meski kuota dan besaran tunjangan hingga saat ini belum didapatkan oleh para guru yang ada di pedalaman, ia menyatakan bahwa pihaknya dan Pemkab Sintang akan memperjuangkan nasib guru terutama mereka yang belum memperoleh.<br /><br />Ia berharap, para guru jangan menggunakan emosi sehingga akan mogok mengajar. "Kami tetap akan memperjuangkan untuk segera dikeluarkannya tunjangan tersebut," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.