Kadus Urau Ancam Lapor Kades Tekaban Ke Polisi

MELAWI-KN. Perselisihan antara Kepala Desa dengan Kepala dusun kerap terjadi di Indonesia. Faktor pengelolaan Anggaran Dana Desa yang dinilai kurang transparan serta kurangnya koordinasi di internal perangkat desa itu sendiri menjadi pemicu kecemburuan sosial.

Seperti yang terjadi di Desa Tekaban Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalbar. Gara gara kurangnya koordinasi yang baik,  Kepala Desa Tekaban, AB nyaris melakukan aksi kekerasan kepada Kepala Dusun Urau, Alamsyah. Beruntung keduanya langsung dilerai oleh masyarakat.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut dan merasa terancam,   Kepala Dusun Urau langsung berencana untuk melaporkan peristiwa tersebut ke pada pihak Kepolisian. Namun demikian, kedua belah pihak masih membuka ruang untuk penyelesaian secara kekeluargaan.

Suparno, Abang dari kepala Dusun Urau mengungkapkan bahwa peristiwa pengancaman terjadi pada Minggu (14/7/2019) sekitar pukul 11.20 wib di Desa Tekaban.

“Kami berencana melaporkan ke polisi, karena ada bahasa ancaman yang dilontarkan oleh sang Kepala Desa,” bebernya kepada sejumlah wartawan di Nanga Pinoh, Kamis (18/7/2019).

Suparno menceritakan kronologis kejadian yang dialami adiknya. Dimana, berawal dari masuknya alat berat jenis exavator ke dusun Urau untuk menggusur jalan tani yang bersumber dari dana desa.

Lantaran terkejut karena tidak adanya pemberitahuan yang jelas dari Kepala Desa Tekaban akan proyek tersebut. Kepala Dusun Urau memberanikan diri untuk memberhentikan alat berat tersebut untuk dibawa menuju tempat lokasi proyek yang berada disekitar rumah kepala dusun urau.

“Alat berat itu dibawa oleh tiga orang yakni Sabran, jili dan aspar. Atas perintah kepala desa untuk mengerjakan jalan tani disitu,” terangnya

Alamsyah selaku kepala Dusun Urau merasa rencana penggusuran tanah yang akan dibuat jalan tani tanpa ada kesepakatan yang jelas.

 Merasa seperti tidak dihargai, lanjutnya Alamsyahpun langsung menegur pengurus Excapator yaitu Sabran, Jili dan Aspar , agar alat berat  tidak melewati jalan tersebut.

Tidak terima, alat berat gagal bekerja. Kepala Desa Tekaban langsung menemui Alamsyah sambil mengucapkan perkataan kasar.

” Leher Alamsyah juga dipegang saat itu. Bahkan sebilah parang sempat diarahkan dilehernya. Kita sangat menyangkan atas terjadinya peristiwa tersebut yang dilakukan oleh oknum kepala desa,” katanya.(Dea/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.