Kalbar Masih Datangkan Sapi Potong Dari Luar

Provinsi Kalimantan Barat masih mendatangkan sapi potong dari luar daerah karena masih rendahnya produksi dan produktivitas hewan tersebut. <p style="text-align: justify;">"Saat ini kondisinya peternak di Kalbar masih menempatkan usaha ternak sapi sebagai usaha sambilan dan belum sebagai usaha pokok," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf Mustafa di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Saat ini, kata dia, berdasarkan data sensus 2011 diketahui populasi sapi di Indonesia sebanyak 14,43 juta ekor dan kerbau 5 juta ekor.<br /><br />Sedangkan, untuk Provinsi Kalbar tercatat sebanyak 153.200 ekor sapi potong dan kerbau 2.200 ekor.<br /><br />Menurut Manaf, banyak hal yang menjadi faktor rendahnya produksi dan produktivitas sapi potong di Kalbar.<br /><br />Antara lain, lanjut dia, sebaran ternak yang tidak mengelompok serta rendahnya kualitas pakan ternak.<br /><br />"Kemudian tingginya pemotongan betina produktif serta kasus gangguan reproduksi merupakan faktor yang perlu mendapatkan perhatian di masa yang akan datang," jelas Manaf.<br /><br />Manaf optimistis dengan komitmen semua pihak, maka Kalbar dapat menyukseskan Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) 2014.<br /><br />"Hal itu karena Kalbar memiliki daya dukung yang sangat besar dalam pengembangan ternak sapi," jelas Manaf.<br /><br />Manaf menjelaskan, secara nasional kebutuhan masyarakat akan daging sapi semakin meningkat setiap tahunnya.<br /><br />Tahun 2010 tingkat kebutuhan daging sapi sudah mencapai 402,9 ribu ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut 29,7 persennya masih diimpor dari Australia dalam bentuk daging sapi potong sebanyak 630 ribu ekor dan daging beku 3,7 ribu ton.<br /><br />Selain itu, pada Juli 2007 Presiden RI sudah mencanang program PSDS 2014 yang diharapkan 90 persen kebutuhan daging sapi nasional dapat dipenuhi dari peternak lokal.<br /><br />"Terkait itu pula Kalbar ditunjuk sebagai salah satu daerah pelaksana PSDS 2014 dengan sasaran kelahiran sebesar 38 ribu ekor baik dari kegiatan inseminasi buatan maupun kawin alam," kata Manaf. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.