Kalimantan Mendapat Tambahan Subsidi BBM 12 Persen

Wilayah Kalimantan bakal mendapatkan tambahan bahan bakar minyak bersubsidi hingga 12 persen dari kuota tambahan subsidi BBM yang digelontorkan pemerintah sebesar 4 juta kiloliter. <p style="text-align: justify;">Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fahmi H Matori usai pelantikan pengurus Asosiasi Pemasok Energi dan Batu Bara Indonesia (ASPEBINDO) Kalimantan Selatan, Jumat mengatakan, pemerintah telah memutuskan menambah subsidi BBM hingga 4 juta kilo liter.<br /><br />Dari jumlah tersebut, wilayah Kalimantan yang biasanya hanya mendapatkan tambah kuota sembilan presen kini mendapatkan tambahan hingga 12 persen dari total tambahan tersebut.<br /><br />"Kalimantan merupakan salah satu provinsi yang dinilai membutuhkan pasokan tambahan BBM bersubsidi, sehingga kita alokasikan tambahan cukup besar," katanya.<br /><br />Diharapkan, dengan tambahan subsidi yang mulai digelontorkan dalam beberapa hari terakhir, mampu mengatasi antrean panjang yang terjadi di beberapa SPBU di Banjarmasin terutama antrean solar.<br /><br />Fahmi berharap, dengan ditambahnya subsidi tersebut, pemerintah provinsi dan yang terkait lainnya, membantu melakukan pengawasan melalui berbagai sistem antara lain dengan pembentukan satuan tugas pengawasan pendistribusian BBM tersebut.<br /><br />Jangan sampai, kata dia, BBM bersubsidi kembali dijual oleh para pelangsir untuk mendapatkan keuntungan yang besar.<br /><br />"Saya masih melihat adanya praktik pelangisaran di beberapa SPBU saat melintasi jalan dari Bandara Syamsudin NOor menuju acara ini," katanya.<br /><br />Hal tersebut, kata dia, harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait untuk menindak tegas, jangan sampai BBM bersubsidi justru untuk memenuhi kebutuhan pertambangan dan perkebunan.<br /><br />Menurut dia, untuk operasional Satgas pemerintah telah mengalokasikan dana Rp100 miliar untuk mengawasi Rp200 triliun.<br /><br />ASPEBINDO, tambah dia, diharapkan bisa membantu pengawasan pendistribusian BBM tersebut, jangan sampai anggotanya juga ikut memanfaatkan BBM bersubsidi yang bukan menjadi jatah mereka.<br /><br />Dalam beberapa pekan terakhir, ancaman kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi kembali terjadi akibat tingginya konsumsi sehingga membuat kuota BBM terancam habis pada Oktober atau November nanti.<br /><br />Pada 2012 kuota BBM bersubsidi ditetapkan sebesar 40,4 juta kl. Namun, hingga akhir Agustus lalu konsumsinya sudah menembus 29,32 juta kl. Dengan tren konsumsi yang terus merangkak naik, diperkirakan konsumsi hingga akhir tahun bakal menembus 44 juta kl, sehingga butuh tambahan 4 juta kl.<br /><br />Dari sisi alokasi anggaran, tahun ini pemerintah sudah mengalokasikan subsidi BBM sebesar Rp91,89 triliun. Dari jumlah tersebut, Premium menyedot subsidi terbesar dengan Rp51,69 triliun, lalu solar Rp32,31 triliun.<br /><br />Sisanya digunakan untuk subsidi minyak tanah, bahan bakar nabati (BBN), dan elpiji. Dengan tambahan Rp12 triliun yang akan digelontorkan pemerintah, maka total subsidi BBM tahun ini bakal menembus Rp103,89 triliun. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.