Kalsel Berupaya Tingkatkan Produksi Padi

Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan produksi padi kendati dalam beberapa tahun belakangan banyak lahan pertanian yang beralih fungsi, ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel Aus Al Kausar. <p style="text-align: justify;">"Memang ada sekitar 19.000 hektare lahan pertanian di Kalsel yang beralih fungsi peruntukan lain. Tapi sebagai perimbangan, dengan berbagai cara kita juga terus meningkatkan produksi padi," katanya di Banjarmasin, Kamis.<br /><br />Sebagai salah satu upaya peningkatan produksi padi Kalsel, kata Kausar yang juga mantan Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Kalsel tersebut, dengan meningkatkan produktivitas atau menggunakan varietas yang tingkat produktivitasnya tinggi.<br /><br />"Upaya lain mempertahankan dan meningkatkan produksi padi Kalsel, terus membuka lahan baru untuk pertanian, seperti belakangan ini kita mencetak sawah baru mencapai 3.000 hektare," katanya setelah menghadiri rapat paripurna DPRD provinsi setempat.<br /><br />Mantan Kepala Balai Proteksi Penyakit dan Hama Tanaman (BPPHT) Banjarbaru itu mengimbau masyarakat Kalsel tak perlu terlalu khawatir atau risau akan kekurangan pangan karena alih fungsi lahan pertanian.<br /><br />"Sebab dengan bantuan teknologi pertanian, kita juga bisa memanfaatkan lahan lebak atau rawa monoton, untuk menanam padi, yang tingkat produktivitasnya juga cukup baik," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, hingga saat ini produksi padi di daerah setempat masih surplus.<br /><br />"Oleh sebab itu, walau lahan pertanian mengalami penyusutan karena alih fungsi, tapi produksi padi kita terus meningkat dan masih tetap surplus, sementara penduduknya juga bertambah," katanya.<br /><br />Pada kesempatan terpisah Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel Muhammad Ihsanudin berpendapat, walau produksi padi di provinsi itu terus meningkat dan surplus, tapi perlu antisipasi dini atas kemungkinan alih fungsi lahan pertanian secara besar-besaran.<br /><br />"Sebab jika tidak dilakukan antisipasi dini, lambat laun lahan pertanian semakin menyusut, sementara pembukaan sawah atau lahan pertanian baru tidak seimbang dengan penyusutan lahan pertanian di Kalsel," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.<br /><br />Ia mengemukakan perlunya pengaturan alih fungsi lahan pertanian sebaik mungkin.<br /><br />"Untuk itu perlu pengaturan atas alih fungsi lahan pertanian, guna mempertahankan lahan pertanian secara abadi dan tetap terwujudnya ketangguhan ketahanan pangan, baik bagi daerah Kalsel maupun nasional," demikian Ihsanudin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.