Kalsel Gagas Pilot Proyek Pencegahan Kebakaran

Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalimantan Selatan dalam rapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi setempat, di Banjarmasin, Senin, menggagas pilot proyek pencegahan kebakaran. <p style="text-align: justify;">"Pilot proyek pencegahan kebakaran itu, rencananya di Kota Banjarmasin yang mendapat julukan kota seribu sungai," ujar Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, H Mansyah Sabri, usai rapat bersama dengan BPBD tingkat provinsi tersebut.<br /><br />Pasalnya, lanjut Sekretariat Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel itu, dari data sejak Januari 2011 sampai 16 Oktober lalu, peristiwa kebakaran di kota seribu sungai tercatat 87 kali dan 90 persen diantaranya karena masalah listrik.<br /><br />"Kita sengaja memilih pilot proyek pencegahan, bukan penanggulangan. Karena pencegahan itu lebih utama dan lebih baik dari penanggulangan," tandasnya didampingi anggota komisinya, Soeyono dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).<br /><br />"Sebab kalau penanggulangan, berarti ada korban. Sedangkan pencegahan, berarti kita tak menginginkan adanya korban sekecil apapun," lanjut wakil rakyat dari Partai Golkar tersebut.<br /><br />Karenanya, dia kurang sependapat dan tak terlalu bangga dengan rekor dari MURI yang menyatakan, Banjarmasin memiliki armada pemadam kebakaran terbanyak di Indonesia atau se Asia Tenggara.<br /><br />"Kita akan lebih bangga, kalau peristiwa kebakaran di kota seribu sungai nol, yang berarti tidak ada korban dan kesadaran masyarakat makin meningkat dalam upaya mencegah kebakaran," lanjutnya.<br /><br />Untuk pilot proyek tersebut, Komisi I DPRD Kalsel yang juga membidangi masalah bencana, masih menjadwalkan pertemuan dengan instansi terkait lainnya, seperti PT PLN (Persero) serta pengurus organisasi sosial kemasyarakatan, demikian Mansyah.<br /><br />Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kalsel, Soeyono yang juga penasihat Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) tingkat provinsi tersebut, menerangkan, beberapa cara untuk mencegah kebakaran, terutama yang berasal dari listrik.<br /><br />Sebagai salah satu upaya mencegah kebakaran yang berasal dari listrik, seperti menggunakan kabel yang betul-betul standar serta melakukan pengecekan instalasi secara rutin atau berkala.<br /><br />"Karena kabel tersebut, walau sudah standar, ada masa aus dan tidak tertutup kemungkinan rusak karena gigitan tikus," ujar wakil rakyat dari PDIP itu.<br /><br />Selain itu, masyarakat agar jangan seenaknya membuat instalasi, tanpa penyesuaian dengan beban yang tersedia, karena bisa menimbulkan arus pendek listrik, demikian Soeyono. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.