Kalsel Siap Swasembada Daging Sapi 2014

Provinsi Kalimantan Selatan siap mewujudkan swasembada daging sapi pada 2014. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan Maskamian Andjam di Banjarbaru, Minggu (16/01/2011), mengatakan, pihaknya siap mendukung program nasional yang dicanangkan pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan dan konsumsi masyarakat terhadap daging sapi di setiap wilayah provinsi tersebut. <br /><br />"Saat ini, Kalsel sudah mampu memenuhi kecukupan daging walaupun daging yang dikonsumsi masyarakat tidak seluruhnya daging sapi tetapi juga daging kambing dan unggas," ungkapnya. <br /><br />Ia mengatakan, selain mampu memenuhi kecukupan daging bagi masyarakat setempat, Kalsel juga sudah mampu menyuplai kebutuhan daging terutama sapi potong ke provinsi lain seperti Kalteng dan Kaltim. <br /><br />Bahkan, kata dia, kebutuhan sapi potong bagi provinsi Kalteng sangat tergantung pasokan dari Kalsel karena baik bibit maupun sapi siap potong harganya lebih murah dibanding membeli dari daerah lain. <br /><br />"Kemampuan mensuplai sapi potong ke provinsi lain itu karena ketersediaan sapi potong sudah mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri yang jumlahnya mencapai 36 ribu ekor per tahun," ujar dia. <br /><br />Dikatakan, salah satu langkah strategis yang ditempuh untuk mewujudkan swasembada daging sapi adalah menyiapkan Unit Layanan Inseminasi Buatan (ULIB) yang siap memberikan pelayanan inseminasi buatan pada ternak sapi. <br /><br />"Pembangunan ULIB sudah disiapkan di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel sehingga mampu memberikan pelayanan inseminasi buatan dalam upaya meningkatkan populasi sapi," ujarnya. <br /><br />Ditambahkan, selain pembangunan ULIB, pihaknya melalui bantuan sosial yang didukung pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Kalsel juga mendorong pengembangbiakan ternak sapi terutama sapi bibit. <br /><br />Bantuan sosial dari Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian yang telah diserahkan kepada beberapa kelompok tani ternak yang tersebar di Kalsel pada 2010 jumlahnya mencapai Rp12 miliar. <br /><br />"Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai untuk pembelian sapi bibit yang dipercayakan pemeliharaannya kepada kelompok tani ternak yang ditunjuk," ujarnya. <br /><br />Diharapkan, bantuan sosial tersebut mampu mendorong pengembangan kelembagaan pembibitan dan kawasan sumber sapi bibit sehingga terwujud peningkatan populasi, produksi dan produktivitas sapi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.