Kalteng Kekurangan 4.342 Ton Bawang Merah

Dinas Pertanian dan Peternakan Kalimantan Tengah mengakui provinsi tersebut masih kekurangan bawang merah sebanyak 4.324 ton per tahunnya. <p style="text-align: justify;">Kekurangan tersebut terlihat dari pasokan bawang merah hanya 583 ton sedangkan kebutuhan mencapai 4.913 ton per tahun, kata Kabid Pengembangan Produksi Hortikultura Distanak Kalteng Vinolia Tantri di Palangka Raya, Kamis.<br /><br />"Sementara ini Kalteng mengatasi kebutuhan bawang merah dengan mendatangkan dari provinsi lain. Tapi kami tidak ingin itu terus terjadi, dan sekarang ini sudah dilakukan berbagai upaya," ucapnya.<br /><br />Vinolia menyebut Pemprov Kalteng melalui Distanak dibantu Bank Indonesia dan berbagai pihak, akan melaksanakan program pengembangan bawang merah dan cabai merah secara berkelanjutan melalui APBN maupun APBD.<br /><br />Hanya, lanjut dia, sebelum melakukan upaya tersebut, maka terlebih dahulu dilakukan singkronisasi segala potensi maupun sumber daya yang ada dalam mendukung pengembangan bawang merah maupun cabai tersebut dengan menyusun perencanaan bersama.<br /><br />"Perencanaan itu akan dimasukkan dalam bentuk road map pengembangan komoditas bawang merah dan cabai merah. Pihak yang mengerjakannya tidak hanya Distanak Kalteng, tapi instansi maupun pihak terkait," katanya.<br /><br />Dia mengemukakan sejak tahun 2013 sebenarnya telah mulai melakukan pengembangan bawang merah, baik melalui program kemitraan pertanian pusat maupun daerah yang dialokasikan di Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Kapuas, Pulang Pisau dan akan terus dikembangkan lagi secara luas di 14 kabupaten/kota.<br /><br />Hanya, sekarang ini yang juga perlu diilakukan adanya sinergitas dan keterpaduan dari semua stakeholder terkait yaitu Pemda melalui Distanak Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama BI Perwakilan Kalteng.<br /><br />"Dinas atau instansi terkait lainya termasuk perguruan tinggi yang akan diusulkan ke dalam perencanaan bersama dalam bentuk roadm map pengembangan komoditi bawang merah dan cabai merah di Kalteng," demikian Vinolia. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.