Kaltim Buka Peluang 315 Guru Raih Gelar Sarjana

Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang melalui bantuan pendidikan kepada 315 guru tersebar di 14 kabupaten dan kota untuk meraih gelar sarjana penuh (S1) dan magister (MM). <p style="text-align: justify;"><br />"Sekarang kami masih menyeleksi semua peminat dari kalangan guru mulai tingkat TK/TPA, SD/MI, SMP, SMA dan RSBI baik negeri maupun swasta yang telah mendaftarkan diri, Sabtu tanggal 15 Oktober ini akan masuk tahap akhir verifikasi," ujar Kepala Disdik Kaltim Musyahrim di Samarinda, Rabu.<br /><br />Musyahrim yang didampingi Staf Ahli Perencanaan Bidang Pendidikan Disdik Kaltim Nanang Rijono ini melanjutkan, rincian para guru yang akan dikuliahkan itu meliputi 60 orang untuk guru TK atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).<br /><br />Namun, ujarnya dari kuota sebanyak 60 orang yang akan dikuliahkan hingga S1 itu, ternyata jumlah peminatnya cukup banyak, hal ini terbukti dengan banyaknya pendaftar yang mencapai 150 orang, dengan jumlah terbanyak dari Samarinda, disusul dari Bontang dan Kabupaten Paser.<br /><br />Khusus guru yang akan dikuliahkan hingga S1 di tingkat SD/MI baik negeri maupun swasta, jumlah kuotanya sebanyak 30 orang, namun yang telah mendaftar sudah mencapai 85 guru.<br /><br />Sedangkan guru untuk jurusan Bahasa Inggris di semua jenjang pendidikan, yakni mulai SD hingga SMA yang akan dikuliahkan hingga S2 baik negeri maupun swasta, dari 45 kuota yang ada, sudah ada pendaftar lebih dari 100 orang.<br /><br />Selanjutnya khusus untuk guru Agama Islam di semua jenjang penididikan di sekolah negeri maupun swasta yang akan dikuliahkan hingga S2, dari 100 kuota yang tersedia, jumlah pendaftarnya sudah mencapai lebih dari 150 orang.<br /><br />Sedangkan khusus untuk guru yang mengajar di Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) di semua jenjang yang akan dikuliahkan hingga S2, dari kuota yang tersedia sebanyak 80 orang, jumlah pendaftarnya sudah mencapai 120 orang.<br /><br />Untuk guru yang mengajar di RSBI, lanjutnya, akan dikuliahkan di dua tempat, yakni 50 guru akan kuliah di Unesa Surabaya, dan 30 orang akan kuliah di Universitas Negeri Malang.<br /><br />Selain kuliah di dua tempat tersebut, para guru RSBI itu juga akan bersekolah di Universitas Curtin, Australia. Pembagian sistem belajar ini adalah, satu tahun di Surabaya dan Bandung, kemudian satu tahun belajar di Australia.<br /><br />Sedangkan guru-guru yang mengajar di luar RSBI akan kuliah di uneversitas lokal di Kaltim, yakni Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, dan sebagian yang jauh dari Samarinda akan kuliah di Universitas Terbuka (UT).<strong> (phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.