Kaltim Jaring 959 Akseptor Baru Di Kubar

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim berhasil menjaring 959 akseptor (pengguna alat kontrasepsi) baru di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), selama membuka program pelayanan gratis di daerah itu. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami memang membuka pelayanan alat kontrasepsi untuk menjaring para akseptor baru selama dua hari, yakni pada 10 dan 11 Oktober ini," tutur Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan dan Reproduksi (Kespro) BKKBN Kaltim Suriansyah di Samarinda, Rabu.<br /><br />Dia melanjutkan bahwa pelayanan KB gratis ini dilakukan bersamaan dengan pencanangan Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-87 yang digelar di Desa Linggang Amer Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), beberapa hari lalu.<br /><br />Ia mengatakan bahwa 959 akseptor baru yang terlayani tersebut di antaranya akseptor yang menggunakan IUD sebanyak 28 orang, inplant 63 orang, suntik 219 orang, pil 246 orang, kondom 386 orang dan Metode Operasi Wanita (MOW) sebanyak 17 orang.<br /><br />Dalam pelayanan pemasangan kontrasepsi gratis kepada masyarakat itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim menyiapkan satu unit bus pelayanan dan beberapa tenaga medis, yakni dua dokter dan empat bidan.<br /><br />Dikatakannya bahwa dalam pelayanan KB gratis itu, pihaknya tidak memasang target, prinsipnya adalah memberikan pelayanan semaksimal mungkin dan sebanyak-banyaknya.<br /><br />Dia meyakini jumlah akseptor baru di Kubar itu akan terus bertambah, pasalnya bagi masyarakat yang ingin ber KB namun belum sempat terlayani pada saat itu, maka bisa datang ke Puskesmas, bidan klinik atau rumah sakit setempat.<br /><br />Sebelumnya, minat masyarakat Kubar untuk ber KB cukup rendah, namun setelah mendapat penjelasan dan sosialisasi di lapangan, mereka kemudian mengetahui bahwa ber-KB itu banyak manfaatnya dan pengguna dapat menentukan sendiri jenis alat kontrasepsinya.<br /><br />Ditambahkannya bahwa kegiatan pelayanan KB tersebut juga sempat ditinjau Plh Kepala BKKBN Pusat Soedibyo Alimuso. Saat melihat jumlah pendaftar akseptor baru itu, Soedibyo mengatakan bahwa kegiatan itu cukup sukses.<br /><br />"Masyarakat yang ikut KB akan memperolah banyak manfaat, di antaranya perhatian terhadap anak bisa maksimal, kesehatan bisa terjada, dan pendidikan anak juga bisa lebih terperhatikan. Karena itu saya berharap semakin banyak warga yang sadar pentingnya KB," ucap Suriansyah mengakhiri. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.