Kaltim Kembangkan 1.820 Perpustakaan

Pemperintah Provinsi Kalimantan Timur hingga kini telah mampu mengembangkan sebanyak 1.820 unit perpustakaan yang tersebar di daerah, baik perpustakaan umum di kabupaten dan kota, kecamatan maupun desa/kelurahan. <p style="text-align: justify;">"Semua perpustakaan itu, selain dilakukan pengembangan juga terus kami bina, termasuk diberikan bantuan buku dan rak buku secara bergantian," ujar Kepala Badan Perpustakaan Provinsi (Banpusprov) Kaltim Sri Sulasmi Retno W di di Samarinda, Senin.<br /><br />Sri Sulasmi menyatakan itu saat rapat koordinasi Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca se-Provinsi Kaltim di Aula Balai Pustaka, Banpusprov Kaltim, yang dihadiri semua pemangku kepentingan perpustakaan.<br /><br />Selain 1.820 perpustakaan tersebut, lanjut dia, masih terdapat 1.008 unit perpustakaan sekolah, kemudian perpustakaan perguruan tinggi yang baru terdapat 50 unit, perpustakaan Puskesmas sembilan unit, perpustakaan rumah ibadah 85 unit, dan perpustakaan khusus (instansi) 83 unit.<br /><br />Rakor tersebut dihadiri Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas Deni Kurniadi dan kepala perpustakaan umum kabupaten/kota se-Kaltim. Deni Kurniadi juga merupakan salah satu pemateri dalam rakor itu.<br /><br />Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan Sertifikat Akreditasi Perpustakaan great A dan B kepada Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kota Bontang dan kepada Perpustakaan Madrasah Aliyah Model Negeri Samarinda.<br /><br />Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan Sekprov Kaltim Aji Sayid Fatur Rahman, mengatakan perpustakaan perlu melakukan kerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan layanan kepada pemustaka dan masyarakat.<br /><br />Hal ini dimaksudkan agar mampu meningkatkan jumlah pemustaka serta mutu layanan perpustakaan, termasuk meningkatkan sistem jejaring perpustakaan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi.<br /><br />Selain itu, masyarakat juga dituntut berperan dalam pembentukan, penyelenggaraan, pengelolaan, pengembangan, dan pengawasan perpustakaan.<br /><br />"Hal ini perlu dilakukan mengingat pentingnya peran lembaga perpustakaan dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan secara demokratis menuju masyarakat cerdas, kritis, dan inovatif, termasuk sebagai pelestari nilai-nilai budaya di masyarakat," ujarnya.<br /><br />Pemprov Kaltim, lanjutnya, secara bertahap telah memberikan bantuan stimulan bagi sejumlah perpustakaan. Bantuan bertujuan agar terjadi penguatan peran dan fungsi perpustakaan sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat bagi masyarakat. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.