Kaltim Masih Miliki 736 Desa Tertinggal

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih memiliki 736 desa yang berstatus desa tertinggal, semua desa tersebut tersebar di tiga kabupaten, yakni Kutai Barat, Nunukan, dan Kabupaten Malinau. <p style="text-align: justify;">"Berdasarkan data Kementerian Pembangunan Daerah, tiga kabupaten itu masuk dalam klasifikasi tertinggal, sedangkan 736 desa tertinggal itu sedang kami verifikasi untuk kepentingan pembangunan," kata Kepala Bappeda Kaltim Rusmadi di Samarinda. <br /><br />Dia melanjutkan, Pemprov Kaltim akan memberi fokus pembangunan pro rakyat terkait kemiskinan dan pembangunan untuk semua pada 2012. <br /><br />Daerah yang akan dikonsentrasikan pembangunan adalah desa-desa tertinggal yang umumnya berada di kawasan perbatasan, terpencil dan daerah pedalaman. <br /><br />"Jumlah 736 desa itu berdasarkan data kementerian, untuk itu kami akan lakukan verifikasi lebih jauh tentang jumlah desa tertinggal di Kaltim, tujuannya untuk memudahkan koordinasi dan penentuan prioritas pembangunan pro rakyat selanjutnya," katanya. <br /><br />Dari jumlah desa tertinggal tersebut, kata Rusmadi, Pemprov dengan dukungan instansi terkait akan melakukan koordinasi dengan kabupaten untuk menentukan titik atau desa mana saja yang layak mendapat prioritas pembangunan. <br /><br />Menurut dia, ada beberapa kemungkinan desa tertentu yang dikembangkan, kemudian mampu memberi efek langsung bagi peningkatan dan pertumbuhan desa-desa tertinggal lainnya di dekat desa itu. <br /><br />Jumlah desa tertinggal di tiga kabupaten itu berkisar antara 60 hingga 70 persen. Kondisi ini bukan berarti bahwa desa tertinggal tidak terjadi di kabupaten atau kota lainnya di Kaltim. <br /><br />Khusus dukungan terhadap pembangunan di perbatasan, Rusmadi mengakui bahwa pembangunan infrastruktur darat yang diharapkan pasti akan sulit diwujudkan dalam waktu dekat. <br /><br />Hal ini terjadi karena jalan darat terdekat yang akan menghubungkan Krayan di Nunukan dengan Malinau masih harus menyelesaikan sekitar 98 km. Pembangunan jalan itu membutuhkan pendanaan besar, apalagi dengan topografi kawasan tersebut. <br /><br />Pemprov, lanjutnya, tetap memberi perhatian besar terhadap masyarakat perbatasan, khususnya akses di Long Bawan dan Long Midang yang menuju negara tetangga Malaysia.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.