Kapolres Sintang Tatap Muka Dengan PHL DKPPK

Guna meningkatkan kerjasama dan peran serta pekerja harian lepas (PHL) untuk memelihara keamanan dan keteriban masyarakat, Kapolres Sintang menggelar tatap muka bersama Pekerja harian lepas Dinas Kebersihaan, Pertamanan, dan Pemadam Kebakaran (DKKPK), Selasa (30/9/2014). <p style="text-align: justify;">Para pekerja DKPPK dianggap memiliki kerawanan kriminal yang tinggi baik bagian sapu jalan, keindahan kota maupun pemadam kebakaran. Pasalnya, pekerjaan yang mereka lakukan berada di jalan raya dan pada saat hari masih gelap.<br /><br />Margo, satu diantara pekerja di bagian pemadam kebakaran mengungkapkan perasaannya saat ia dan teman-temannya melakukan tugas, seperti saat terjadi kebakaran, susahnya mobil Damkar untuk masuk ke wilayah kebakaran karna banyaknya kendaraan lain yang sudah mengerumuni terlebih dahulu. <br /><br />Dengan begitu tugas mereka menjadi terhambat bahkan tak jarang, pihaknya berdebat dengan warga sekitar.<br /><br />“Kalau sudah terjadi kebakaran, mobil kami tak bisa masuk ke wilayah yang terbakar, karena memang tak ada penertiban lalu lintas dari pihak manapun, jadi tugas kami terhalang, terkadang saat kami peringati, malah kami yang mau diajak kelahi sama  warga, tugas belum kelar, masalah datang, itu bagaimana Pak Kapolres,?,” tanyanya dengan penuh semangat.<br /><br />Semenatara itu, Kapolres Sintang, AKBP Veris Septiansyah mengatakan, masalah itu dapat diatasi dengan menjalin koordinasi lebih baik lagi, saat terjadi kebakaran, Damkar dapat menghubungi kepolisian, sehingga bisa dilakukan pengamanan oleh pihak kepolisian.<br /><br />“Kalau perlu, DKPPK bisa menganggarkan HT untuk Damkar nanti kita berikan saluran kita agar bisa saling terhubung, dan koordinasi dapat terjalin dengan lebih baik, kalau menggunakan HP bisa saja terhalang pulsa, koordinasi jadi kurang baik. Kita siap membantu memberikan pengamanan saat Damkar bergerak menuju dan memasuki wilayah kebakaran,” ujarnya.<br /><br />Ia menambahkan, untuk para pekerja yang lain diharapkan dapat melaporkan segera jika terjadi tindak kriminal, khususnya saat melakukan pekerjaan.<br /><br />“Untuk yang menyapu jalan, waktu kerjanya kan terkadang masih gelap, untuk itu, pengamanan diri sendiri lebih diperlukan, mungkin dari dinas bisa melakukan pengadaan rompi agar kendaraan lain dapat melihat ada yang menyapu dijalan tersebut sehingga lebih berhati-hati,” tukasnya. <strong>(yli/kn)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.