kasus Rabies Masih Menghantui Masyarakat Melawi

Ditahun 2016 ini, kasus gigitan anjing rabies masih terjadi di kabupaten Melawi. Data yang dihimpun Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankannak) Melawi, hingga Januari sampai Maret 2016, ada sebanyak 5 kasus gigitan yang terjadi. Namun dari 5 kasus gigitan tersebut tidak ada yang meninggal dunia. <p style="text-align: justify;">"Tahun ini ada 5 kasus gigitan, 3 di Kecamatan Sayan, 1 di Kecamatan Pinoh Utara dan 1 lagi di Kecamatan Menukung. ‎Langkah yang kita lakukan, kita masih melakukan penyuntikan vaksin anti rabies terhadap anjing-anjing liar," kata Kaepala Bidang peternakan, Nining, dihubungi melalui via seluler, karena masih mengikuti kegiatan di Pontianak, Rabu (6/4).<br /><br />Lebih detail, Nining melalui kasinya mengatakan. Kasus yng terjadi di tahun 2016 sudah jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 sampai 2015 ada sebanyak 205 kasus gigitan yang tersebar di Melawi. Bahkan ada yang meninggal dunia akibat gigitan tersebut. "Yang meninggal akibat gigitan itu, pada 2014 ada 8 orang dan 2015 ada 1 orang. Di thun 2016 ini tidak ada," jelasnya. <br /><br />Terkait kasus ini, lnjutnya, pihaknya sudah melakukan penanganan seperti vaksinasi nsi rabies (VAR), sosialisasi. Sementara untuk kasus eliminasi dilakukan lansung oleh msyarakat pada saat kasus gigitan terjadi. Untuk pemberian VAR, Distankannak Melawi hanya memberikanya kepada hewan atau ternak warga yang ada, sementara untuk manusia yang terkena gigitan, mereka tidak menanganinya.<br /><br />"VAR yang kita berikan hanya kepada hewan. Sementara untuk korban gigitan itu pihak Dinas Kesehatan yang menangani dengan pemberin vaksin khusus mnusia. Dalam melakukan vaksin, masih ada kesulitan. Sebab masih ada sebagian warga pemilik anjing berburu yang tidak mau anjingnya divaksinasi. Padahal kasus rabies ini didominasi oleh anjing berburu, meskipun ada juga anjing peliharaan rumah. Untu" jelasnya.<br /><br />Nining jug membeberkan, dalam melakukan vaksinasi, tahun 2016 ini pihaknya mendapatkan bantuan dari pihak provinsi sebanyak 400 dosis VAR. Sementara dari APBD kabupaten Melawi sudah dibuat perencanan pengadaan VAR sebanyak 3000 dosis. Namun hal itu belum dapt dipastikan, sebab APBD Melawi yang belum jelas sampai saat ini. <br /><br />"Kita sudah rencanakan di APBD sebanyak 3000 dosis VAR, tpi belum tau ada atau tidak. Sebab APBD kita belum cair-cair juga," bebernya.<br /><br />Pihak Distankannak Melawi juga membentuk posko rabies di 5 kecamatan yang dianggap cukup berpotensi. Yang tujuan untuk pengendalian, serta memantau kondisi dan situasi kasus rabies. <br /><br />"5 kecamatan itu yakni Pinoh Selatan, Elle Hilir, Menukung, Tanah Pinoh Barat dan Belimbing. Daerah-daerah ini yang terdapat banyak hewan ternak anjing," paparnya.<br /><br />Pada kesempatan itu, Nining berharap, warga yang memiliki ternak anjing, baik anjing rumahan maupun anjing untuk berburu, untuk bisa membawa anjingnya ke posko melakukan vaksinasi anti rabies. Sebab kesadaran warga ‎dalam melakukan VAR sangat penting dan diperlukan dalam mendukung pembasmian kasus rabies di Melawi ini. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.