KB-PP Penajam Gelar Fasilitasi Deteksi Dini ABK

Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB-PP) Kabupaten Penajam Paser Utara bekerja sama dengan yayasan Pelita Bunda "Therapy Centre" Samarinda, Kalimantan Timur, menggelar acara Fasilitasi Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). <p style="text-align: justify;">Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar di Samarinda, Kamis (11/9), mengatakan orang tua yang memiliki ABK dituntut kesabaran, kesadaran, dan ketekunan, serta wajib memberikan perlakuan khusus dalam membinanya.<br /><br />Namun, katanya, saat ini masih banyak orang tua yang kaget dan malu karena memiliki anak yang berbeda, tidak normal, atau memiliki kondisi khusus.<br /><br />"Masih banyak orang tua yang menyembunyikan keberadaan anaknya yang memiliki kondisi khusus, baik secara fisik maupun informasi, padahal anak-anak berkebutuhan khusus juga berhak mendapatkan kasih sayang, perhatian dan pendidikan yang berorientasi bagi masa depannya," kata Tohar.<br /><br />Dia mengemukakan perlunya upaya untuk menyadarkan para orang tua yang memiliki ABK tersebut, agar tidak merasa malu sehingga bertindak mengucilkan dan mengabaikan anaknya yang tidak sempurna atau cacat.<br /><br />"Orang tua harus lebih memperhatikan, lebih memberikan kasih sayang serta memberikan pendidikan agar kelak meraka dapat mandiri dan tidak menjadi beban," kata Tohar.<br /><br />Anak berkebutuhan khusus tersebut, katanya, membutuhkan metode, material, pelayanan, dan peralatan yang khusus, agar dapat mencapai perkembangan yang optimal.<br /><br />Ia mengatakan anak -anak tersebut, mungkin akan belajar dengan kecepatan dan cara yang berbeda.<br /><br />"Walaupun mereka memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda dengan anak-anak secara umum, namun mereka harus mendapat perlakuan dan kesempatan yang sama dalam berbagai hal," ujar Tohar.<br /><br />Farah Flamboyant, pegiat Yayasan Pelita Bunda Therapy Centre Samarinda menyampaikan ciri ABK, secara signifikan diakibatkan mengalami kelainan atau penyimpangan fisik, mental, intelektual, dan fisik.<br /><br />Ia mengatakan kondisi mental, intelektual, sosial, dan emosional dalam proses tumbuh kembang mereka, memiliki kebutuhan yang spesifik.<br /><br />"Meskipun dapat melakukan aktivitas sehari-hari, tapi tidak maksimal dan kebanyakan memiliki kelebihan di samping ada kekurangan yang unik," kata Farah Flamboyant. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.