Keberangkatan Kapal Perang Diperkirakan Tertunda Akibat Gelombang

Kerangkatam kapal perang KRI Teluk Celukan Bawang/532 yang dijadwalkan akan mengangkut pemudik lebaran dari Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dikhawatirkan akan tertunda dari jadwal semula akibat gelombang tinggi. <p style="text-align: justify;">"Kemungkinan KRI Teluk Celukan Bawang terlambat dari jadwal semula karena cuaca," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kotim, Fadlian Noor di Sampit, Selasa.<br /><br />Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Bandara Haji Asan Sampit memang mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman gelombang tinggi mencapai enam meter di laut Jawa. Cuaca buruk pada 13-16 Juli 2015 gelombang laut berpotensi tinggi antara empat hingga enam meter.<br /><br />Atas peringatan dini itu, PT Dharma Lautan Utama memutuskan menunda keberangkatan dua kapal mereka dari Pelabuhan Sampit. KM Kirana III rute Sampit-Semarang yang seharusnya berangkat Senin (13/7) malam, ditunda menjadi Selasa (14/7) dijadwalkan pukul 23:00 WIB. Sedangkan Kirana I rute Sampit-Surabaya yang seharusnya berangkat pada Rabu (15/7), ditunda menjadi Kamis (16/7) dijadwalkan pukul 09:00 WIB.<br /><br />Kondisi ini pula yang dikhawatirkan terjadi pada KRI Teluk Celukan Bawang. Kapal perang berkapasitas 300 penumpang itu dikhawatirkan juga terkendala cuaca buruk di laut sehingga lambat tiba di Pelabuhan Sampit.<br /><br />Kapal ini rencananya akan mengangkut pemudik tujuan Semarang pada 15 Juli sore. Untuk teknis di lapangan termasuk distribusi tiket, Dishubkominfo segera berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit dan PT Pelni.<br /><br />"Kami masih menunggu kabar terakhirnya seperti apa. Mudah-mudahan saja cepat sampai jadi bisa mengangkut pemudik yang tersisa.<br /><br />Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit memprediksi jumlah pemudik melalui pelabuhan ini pada lebaran Idul Fitri ini naik sekitar 3,24 persen. Tahun lalu jumlah penumpang yang naik sebanyak 29.119 orang, sedangkan tahun ini diperkirakan mencapai 30.000 orang lebih.<br /><br />Ada 20 call atau keberangkatan kapal yang melayani penumpang mulai H-15 hingga sehari sebelum lebaran untuk tujuan Semarang dan Surabaya. Terdiri dari 11 keberangkatan dilayani kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia dan 9 keberangkatan dilayani kapal milik PT Dharma Lautan Utama. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.