Kemenag Diminta Tertibkan Sekolah Tinggi Agama Ilegal

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Markus Amid meminta pihak Kementerian Agama setempat menertibkan sejumlah Sekolah Tinggi Teologia (STT) yang diduga tanpa izin. <p style="text-align: justify;">"Kami meminta pemerintah bisa mengambil langkah tegas untuk menindak STT yang ilegal tersebut. Ini merupakan kewajiban dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama untuk mengambil tindakan tegas terhadap STT yang ilegal tersebut," tegas Markus Amid di Ngabang, Selasa.<br /><br />Menurut dia, STT ilegal ini sangat berhubungan dengan masalah mutu pendidikan, terutama perguruan tinggi.<br /><br />Ia melanjutkan, jika STT ilegal itu dibiarkan terus beroperasi, tentu saja sarjana yang dihasilkan tidak akan bermutu.<br /><br />Ia menambahkan, demikian juga dengan ijazah yang diperolehnya tentu tidak akan diakui negara.<br /><br />"Oleh karena itu sekali lagi saya mengimbau kepada Kementerian Agama untuk menindak tegas STT tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Markus Amid.<br /><br />Ia menambahkan, dengan adanya STT ilegal yang masih beroperasi tersebut, tentu akan mengganggu STT yang sudah mengantongi izin resmi.<br /><br />"Apalagi di Landak ini ada dua STT yang sudah mengantongi izin yakni STT Prea dan STT Arastamar. Kedua STT itu sudah jelas dan ada izin operasional dari Kementerian Agama," kata Markus Amid.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Seksi Bimas Kristen Kantor Kemenag Landak Haryanton Uar membenarkan pihaknya telah menduga masih banyak terdapat Sekolah Tinggi Teologi (STT) dan Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) yang ilegal di wilayah itu.<br /><br />Sebagai upaya menyikapi hal tersebut, Kemenag Landak menggelar rapat koordinasi dengan beberapa Ketua STT beserta dosen dan Kepala SMTK yang ada di Kabupaten Landak.<br /><br />Dari hasil rapat koordinasi tersebut, dapat diambil beberapa kesimpulan. Diantaranya yakni bersepakat akan mengevaluasi dan memperbaiki secara menyeluruh terhadap sekolah yang ada. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.