Kemnakertrans : Pemerintah segera Ratifikasi Konvensi Pekerja Migran

Dalam waktu dekat, Pemerintah Indonesia segera merealisasikan rencana pengesahan (ratifikasi) konvensi international tentang perlindungan hak semua pekerja migran dan anggota keluarganya (Interna tional convention on the protection of the rights of all migrant workers and members of their families). <p style="text-align: justify;">Kepala Biro Hukum Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) Sunarno mengatakan pemerintah melalui Kemnakertrans dan Kementerian Luar Negeri telah melakukan inisiasi proses ratifikasi dengan menyiapkan Naskah Akademis dan Rancangan  Undang-Undang tentang Pengesahan Konvensi Pekerja Migran.<br /><br />“Kemnakertrans mendukung rencana pengesahan konvensi pekerja migran ini. Dalam rapat kabinet terbatas pada tanggal 20 Desember 2010, Presiden RI telah telah menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia perlu segera meratifikasi Konvensi Pekerja Migran, kata Sunarno di Kantor Kemnakertrans, Jakarta pada Selasa (3/1).<br /><br />Bahkan, tambah Sunarno, Presiden R.I telah menyetujui ijin prakarsa penyusunan RUU tentang Pengesahan Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak Semua Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya sesuai surat Menteri Sekretaris Negara Nomor : 8-1005/M. Sesneg/D-4/PU.03/07/2011 tanggal 25 Juli 2011.<br /><br />Dijelaskan Sunarno,  selama ini Kemnakertrans telah mengintensifkan persiapan pengesahan termasuk upaya- upaya kajian mendalam terhadap pasal-pasal konvensi agar pemahaman dan implikasi pengesahan sejalan dengan kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia baik terhadap tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Luar Negeri maupun Tenaga Kerja Asing yang bekerja di Indonesia.<br /><br />“Sesuai hasil pencermatan terdapat sejumlah artikel konvensi yang memberikan ruang kepada keberlakukan undang-undang nasional masing-masing negara dengan demikian secara umum subtansi  konvensi pekerja migran sejalan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri,” kata Sunarno.<br /><br />Lebih lanjut Sunarno mengatakan Indonesia memiliki kebutuhan untuk mengatur dan memajukan mekanisme  perlindungan dan penataan manajemen migrasi agar pekerja dapat menikmati perlindungan dan haknya lebih baik, mulai pra penempatan selama bekerja di Luar Negeri, maupun purna penempatan. <br /><br />“Kebutuhan ini tidak hanya menata berbagai kebijakan ditingkat nasional, namun juga internasional (baik bilateral maupun multilateral). Begitu pula tidak hanya kebijakan politik, pembangunan, hukum, namun juga kebijakan Luar Negeri khususnya terkait perlindungan pekerja migran Indonesia, “ kata Sunarno<br /><br />Dengan meratifikasi konvensi pekerja migran diharapkan pemerintah Indonesia  dapat meningkatkan upaya-upaya perlindungan, penghormatan, pemajuan dan pemenuhan hak-hak seluruh pekerja migrant dan anggota keluarganya berdasarkan norma-norma hak asasi manusia universal.<br /><br />Konvensi Pekerja Migran disahkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 18  Desernber 1990 melalui Resolusi Nomor 45/158. Pengesahan konvensi tersebut  disambut balk oleh masyarakat internasional terutarna oleh Negara-negara pengirim tehaqa kerja migran, sebagai kerangka pejlindunqan internasional yang  lebih solid bagi pekerja migran dari semua kataqori beserta keluarganya.  Konvensi ini membuka suatu babak baru dalam <sebuah perjuangan untuk  memajukan dan melindungi hak-hak pekerja imigran termasuk anggota  keluarganya.<br /><br />Konvensi Pekerja Migran mulai berlaku efektif. (emry into force) sejak tanggal 1 Juli 2003 dan telah diratifikasi oleh 20′ neqara pada bulan Maret 2003 dan merupaka,n perjanjian dengan kekuatan hukum rrienqikat. Sampai dengan tahun 2011, Komiensi ini telah diratifikasi oleh 45 negara sedangkan 16 negara lain termasuk Indonesia telah menandatangani namun belum meratifikasi konvensi tersebut. Indonesia menandatangani Konvensi Pekerja Migran pada tanggal 22 September 2004 di New York.  <strong>(Pusat Humas Kemnakertrans)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.