Kesenian Ludruk Khas Jatim Masih Populer Di Madura

Ludruk adalah suatu kesenian drama tradisional dari Jawa Timur, yang dipergelarkan di sebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan, dan sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik. <p style="text-align: justify;">Dialog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa dan di pulau Madura sendiri khususnya di Kabupaten Sumenep,  kesenian  Ludruk bisa dikatakan masih cukup populer.<br /><br />Sutradara Ketoprak Rukun Famili asal desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep,  Rahmat menceritakan, pertama kali ada kesenian itu bernama Mulahi pada tahun 1945, dari seniman-seniman lokal yang ingin mengungkapkan isi hatinya anti penjajah, intinya membangkitkan rasa perjuangan masyarakat  awam.  <br /><br />Setelah itu tahun 50-an sudah menjadi Ludruk dengan mengambil  cerita tentang kehidupan rakyat,  seiring perkembangan zaman, kesenian itu dimodifikasi menjadi Ketoprak yang mengangkat cerita kerajaan.<br /><br />" Dalam ketoprak ini ada tiga fase yaitu tarian , lawak dan cerita, " ucapnya. Senin (03/03/2014).<br />Menurutnya untuk mementaskan kesenian Ketoprak dibutuhkan sebanyak 70 pemain yang sebagian menjadi pemusik dan mempersiapkan dekorasi.<br /><br />Sementara itu salah satu pemain Ketoprak Rukun Famili Ismail mengaku sudah sekitar 20 tahun menggeluti kesenian itu, dan untuk saat ini biasanya Kesenian Ketoprak ditampilkan di acara pesta pernikahan dan petik laut.<br />" Kami tidak hanya tampil di Madura saja, tapi sering juga di luar Madura " ujarnya. <br /><br />"kesenian itu hanya ada di Kabupaten Sumenep, uniknya meskipun semua pemainnya adalah laki-laki tapi bisa menjadi karakter perempuan " kata Salah satu penggemar kesenian Ketoprak Halili warga Kecamatan Kota Sampang. <br /><br />" Saya berharap Kesenian Ketoprak di Madura ini bisa tetap jaya dan semakin  populer " pungkasnya.<em><strong>(Is /BCS/das/rri)</strong></em></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.