Ketua DPRD Sintang Dukung Program FDS

SINTANG – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Panca Setya 2 Sintang, yang beralamat di Jalan MT Haryono, menjadi sekolah pertama di Kabupaten Sintang yang menerapkan Full Day School (FDS).

Hal tersebut pun mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward. Menurutnya FDS ini memang layak diterapkan, tapi dengan sistem yang baik dan benar.

“Saya pikir sekolah di Kabupaten Sintang memang harus mengikuti program pemerintah ini. Karena memang cukup baik untuk ke depannya,” ujar Jeffray saat ditemui di Kantor DPRD Sintang, Rabu (1/5/2019).

Apalagi FDS ini, kata Jeffray beberapa daerah perkotaan sudah menerapkannya dan sukses. Maka dari itu, perlu juga diterapkan di Kabupaten Sintang. Namun begitu, Jeffray juga meminta, agar program ini selalu disosialisasikan, baik ke siswanya maupun ke orang tua murid.

“Supaya mereka mengerti apa itu FDS dan dapat menerimanya. Karena program ini memang waktu belajar di sekolahnya panjang. Dari pagi hingga sore,” terangnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga menilai, kalau FDS dilaksanakan dengan baik, dengan sistem pengajaran yang terorganisir, maka semuanya dapat berjalan seusai yang diharapkan.

“Kalau sistem pengajarannya baik, dapat membuat murid betah untuk belajar, maka itu akan sukses. Kalau sudah begitu, saya kira tidak akan jadi masalah ke depannya,” katanya.

Namun kata Jeffray, semua itu butuh proses. Maka dari itu, diimbaunya untuk diterapkan dengan cara pelan-pelan.

“Jadi pada intinya dewan mendukung program ini, mudahan saja dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, FDS di SMP Panca Setya 2 Sintang ini resmi diterapkan, setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, melaunching pelaksanaan program tersebut secara simbolik dengan melakukan pengguntingan balon, pada Selasa (30/4) lalu.

“SMP Panca Setya 2 adalah SMP pertama yang melaksanakan full day school di Sintang ini,” ujar Sekada.

Mungkin, kata Sekda, pada awalnya akan menjadi berat untuk semua. Namun berjalannya waktu semuanya akan terbiasa. Ia berharap para guru bisa lebih kreatif, begitu juga siswa-siswi bisa mengatasi berbagai kondisi yang muncul sebagai efek dari pelaksanaan full day school ini.

“Misalnya membawa bekal yang cukup, karena kita akan pulang sore,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.