Komisi B DPRD Sintang: Peladang Petani Biasa, Mereka Harus Dibebaskan

SINTANG, KN – Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang Hikman Sudirman menyatakan bahwa dirinya juga sepakat peladang bukan penjahat. Sama seperti tuntutan saat aksi damai, pihaknya dilegislatif juga meminta agar 8 peladang dibebaskan.

“Karena mereka itu petani biasa. Berladang bukan mencari kaya, tapi mencari sesuap nasi,” ucapnya pada media ini di DPRD Sintang, Kamis (21/11).

Ia mengatakan, masyarakat lebih memilih berladang secara tradisional karena program cetak sawah belum sepenuhnya optimal. Sementara, harga komoditi seperti karet tidak bisa lagi diandalkan.

“Jadi, yang bisa dilakukan hanya bertani. Apalagi lah yang bisa diandalkan untuk hidup sehari-hari selain berladang,” ucapnya.

Soal larangan bakar lahan, Ketua Fraksi Partai Demokrat ini meminta pemerintah mensosialisasikan Peraturan Bupati (Perbup) agar masyarakat paham. Bahwa ada aturan yang memperbolehkan masyarakat berladang dengan membakar, namun harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku.

“Sehingga, mereka memahami bagaimana ketika ingin membakar, berapa luas yang boleh dibakar maupun aturan-aturan lainnya,” tegasnya.

Politisi Dapil Kayan Hilir-Kayan Hulu ini berharap kasus ditangkapnya peladang jadi pelajaran bersama. Agar, pemerintah menindaklanjuti dengan membuat regulasi untuk melindungi peladang secara hukum, maupun hak-hak adatnya. Apalagi berladang sudah dilakukan turun temurun.

“Selain berladang, masyarakat kita tidak begitu memahami cara bertani dengan metode lain. Apalagi kondisi alam juga tidak memungkinkan untuk bertani dengan sawah disejumlah daerah,” ucapnya.

Sudirman menjelaskan, untuk daerah Kalbar yang dilalui garis Khatulistiwa, kadang terbakarnya lahan bukan semata salah petani. Kadang, karena cuaca terlalu panas, ladang terbakar dengan sendirinya. “Jadi tidak mungkin dong kita hanya menyalahkan mereka. Kalau mau melarang bakar ladang, berikan ilmunya sediakan fasilitasnya. Kalau semua itu sudah dipenuhi, saya yakin masyarakat akan patuh dan tidak membakar ladang,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.