Komisi III DPRD Dukung Pelaksanaan UKG Online

Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya mendukung pelaksanaan uji kompetensi guru secara "online", Senin (30/7). "Saya sangat menyambut baik dengan ujian ini agar kualitas dari tenaga pendidik dapat lebih maju, apalagi sekarang ilmu pengetahuan bahkan cara mengajar pun sudah berbasis IT," kata Junaidi di Palangka Raya, Minggu. Menurut dia, memang sudah saatnya dan tidak ada alasan lagi, seluruh guru tanpa terkecuali tidak hanya di dalam kota bahkan di pelosok pun harus menguasai IT karena fasilitas internet perdesaan sudah tersedia. Dengan adanya uji kompetensi guru secara "online" dapat memotivasi tenaga pendidik, untuk bisa belajar lebih serius lagi kemajuan teknologi melalui internet, agar sewaktu pelaksanaan ujian mampu mengoperasionalkannya. Kendati pada awalnya, kata dia, guru yang belum terbiasa menggunakan internet akan mengalami kendala. Namun, secara bertahap dengan ketekunan dan semangat mengejar ketertinggalan, hal tersebut pasti bisa diatasi segera. "Mungkin uji kompetensi guru inilah cara dari pemerintah pusat agar daerah tidak ketinggalan dengan pusat, apalagi semua sudah berbasis IT," ucapnya. Untuk itu, dia berharap kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Palangka Raya agar lebih aktif memberi pelatihan yang berbasis IT kepada tenaga pendidik. Selain itu, lanjut dia, bagi guru sertifikasi hendaknya memanfaatkan tunjangan yang diterima untuk meningkatkan kompetensi. Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Tengah Krisnayadi Toendan menyebutkan kurang lebih 10.500 tenaga pendidik yang sudah memiliki sertifikasi akan mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) "online" pada tanggal 30 Juli 2012. Tes tersebut dimulai dari jenjang guru SMP sederajat, yang akan dilanjutkan SMA dan SD, sesuai dengan tingkat kemampuan penguasaan informasi dan teknologi (IT) yang dimiliki. "Akan tetapi, ujian ini dilakukan di masing-masing kabupaten/kota dengan sistem ‘online’ sehingga guru tidak perlu datang ke Palangka Raya," ucapnya. Khusus bagi guru tingkat SD akan didampingi staf dari widyaiswara (WI), LPMP, dan Dinas Pendidikan kabupaten/kota masing-masing. Tes ini sesuai dengan kompetensi pedagogik bidang studi yang diajar masing-masing guru. Ujian yang baru pertama sekali diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini bertujuan memberi pembinaan kepada guru yang nantinya tidak lulus dalam pelaksaanaan tersebut, bukan untuk menarik tunjangan sertifikasi, katanya. (phs/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.