Kotim Gencar Kampanyekan Gerakan Sayang Ibu

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Kalimantan Tengah melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), gencar melakukan sosialisasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) ke sejumlah kecamatan. <p style="text-align: justify;">"Melalui gerakan sayang ibu ini, kami berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi menuju target tujuan pembangunan milenium Jumat pagi, BPPKB Kotim melaksanakan sosialisasi GSI di aula Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Salah satu tujuan GSI adalah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di daerah ini.<br /><br />Sosialisasi tersebut diikuti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPDes) Kotim. Juga dari kecamatan, yakni unsur muspika, perwakilan puskesmas pembantu, posyandu, PKK, bidan, kader KB, tokoh masyarakat dan tokoh agama.<br /><br />Kecamatan Ketapang dipilih sebagai kecamatan pertama sosialisasi gerakan sayang ibu, dengan harapan kecamatan ini menjadi percontohan GSI di Kotim. Gencarnya GSI di kecamatan ini diharapkan bisa diikuti oleh kecamatan lainnya.<br /><br />Menurut Ratna, GSI bukan program baru, tetapi sudah lama digulirkan pemerintah. Sayangnya, kondisi ironis karena makin hari gerakan ini makin redup. Seharusnya, dengan naiknya tingkat kematian ibu dan bayi gerakan ini makin menguat.<br /><br />"Karena itu gerakan sayang ibu perlu direvitalisasi dan dihidupkan bersama. Terlebih, berdasarkan data negara Indonesia paling tinggi tingkat kematian ibu dan bayi dibandingkan nega lainnya di asia tenggara," jelas dia.<br /><br />Diharapkan, setelah digelar sosialisasi akan ditindaklanjuti dengan pembentukan satuan tugas (satgas) GSI. Perwakilan kelompok yang hadir bisa menyampaikan kepada warga yang lain dan mengajak bersama-sama untuk menyukseskan kegiatan GSI.<br /><br />Camat MB Ketapang Ahmad Sarwo Oboy, mendukung GSI yang dimulai di kecamatannya. Pihaknya berharap seluruh lapisan masyarakat siaga dalam mewujudkan ibu hamil yang sehat, dan selamat pada saat melahirkan serta bayinya pun sehat.<br /><br />"Kegiatan gerakan sayang ibu ini akan lebih difokuskan ke desa-desa dalam kegiatan pemberdayaan lembaga yang berbasis gender. Diharapkan melalui kegiatan ini menambah wawasan para wanita dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," ucap Oboy. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.