KPID Kalbar Panggil Tiga Stasiun TV Lokal

Komisi Penyiaran Independen Daerah Provinsi Kalimantan Barat memanggil tiga pengelola stasiun televisi lokal karena melanggar aturan penyiaran selama masa kampanye menjelang Pemilu 2014. <p style="text-align: justify;">"Mereka melanggar durasi serta frekuensi penayangan dari sejumlah calon, seperti yang diatur dalam Undang-Undang," kata Ketua KPID Provinsi Kalbar Faisal Riza di Pontianak, Rabu.<br /><br />Tiga stasiun televisi yang melanggar aturan itu, yakni Pon TV, Ruai TV dan Kompas/Khatulistiwa TV, katanya.<br /><br />Berdasarkan aturan yang berlaku, jelasnya, iklan selama masa kampanye maksimal satu kali penayangan selama 30 detik, dan frekuensi penayangan 10 kali dalam satu hari.<br /><br />Namun, ungkap dia, ada yang durasi iklannya melebihi batas waktu tersebut dari 15 detik sampai 30 detik.<br /><br />Frekuensi penayangannya pun ada yang lebih dari 10 kali. Ia mengakui, ada kecenderungan menjelang masa kampanye berakhir frekuensi dan permintaan iklan di televisi lokal semakin meningkat.<br /><br />"Tetapi juga perlu ada aturan pembatasan supaya terdapat pemerataan bagi semua caleg," kata dia.<br /><br />Ia melanjutkan, bagi stasiun televisi yang melanggar diberi sanksi tertulis, sedangkan kalau kembali melanggar, akan diberi sanksi tertulis kedua.<br /><br />"Kalau melanggar lagi, jam tayang dikurangi, lalu dihentikan. Sanksi terakhir, mungkin dicabut izin operasionalnya," ujar dia.<br /><br />Sementara untuk radio, sejauh ini belum ditemukan adanya pelanggaran. Namun ia menilai, pemanfaatan lembaga penyiaran lokal untuk kampanye kini semakin meningkat dibanding pemilu sebelumnya.<br /><br />"Ini menunjukkan, kalau lembaga penyiaran lokal semakin mendapat perhatian," kata Faisal Riza. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.