KPU Kotim Segera Lantik Seluruh PPK

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah segera melantik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 17 kecamatan yang direncanakan pada 24 April 2013. <p style="text-align: justify;"><br />"Harusnya per 1 April 2013 PPK ini sudah terbentuk, tapi sempat terhambat karena ada beberapa kendala, termasuk masalah dana," kata anggota KPU Kotim, Benny Setia di Sampit, Kamis.<br /><br />Benny memuji dedikasi calon anggota PPK di Kotim. Meski belum dilantik, namun mereka telah melakukan persiapan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab membantu kelancaran tahapan pemilu legislatif 2014.<br /><br />KPU Kotim berupaya melakukan efisiensi karena dana terbatas, sementara tahapan pesta demokrasi rakyat lima tahunan yang harus dilalui masih cukup banyak hingga pelaksanaan pemilu legislatif pada 9 April 2014.<br /><br />Tugas yang harus dilakukan PPK setelah dilantik, kata Benny, adalah mempersiapkan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di daerah masing-masing. PPS akan membentuk Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) yang akan melakukan pendataan pemilih di wilayah masing-masing.<br /><br />"Anggota PPK dan PPS yang terpilih diharapkan orang-orang yang punya komitmen dan tanggung jawab membantu pelaksanaan pemilu. Kalau ada yang pernah menjadi PPK atau PPS pada pemilu sebelumnya malah bagus karena setidaknya mereka punya pengalaman," katanya.<br /><br />Tugas PPK dan PPS sedikit berbeda dibanding pemilu sebelumnya seperti penghitungan suara harus diplenokan mulai di tingkat PPS, PPK hingga di KPU kabupaten. Ini beda dengan pemilu sebelumnya, hasil penghitungan suara baru diplenokan di tingkat PPK dan KPU kabupaten.<br /><br />KPU sangat berharap PPK dan PPS nantinya membantu pelaksanaan tahapan demi tahapan pemilu legislatif secara maksimal karena peran PPK dan PPS sangat menentukan suksesnya pelaksanaan di lapangan. Ini penting karena perlu ketulusan pengabdian anggota PPK dan PPS.<br /><br />Banyak kecamatan di Kotim yang tidak bisa dilalui lewat jalan darat. Akibatnya, panitia harus menggunakan speedboat atau kelotok untuk menuju lokasi.<br /><br />Selain itu juga terkait masalah biaya karena ongkos perjalanan seperti menyewa speedboat atau kelotok itu mahal, bahkan ada yang sampai Rp1 juta.<br /><br />"Ini juga menjadi pemikiran kami di tengah dana yang terbatas. Mudah-mudahan ada solusinya, termasuk harapan adanya tambahan di APBD Perubahan nanti," demikian Benny. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.