KPU Melawi Proses Pelipatan dan Penyortiran Surat Suara

MELAWI – Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Melawi sedang melaksanakan proses pelipatan dan penyortiran surat suara. Dimana kegiatan tersebut dikawal ketat oleh pihak Kepolisian Bersenjata laras panjang lengkap bersama metal detektor. Tenaga pelipat surat suara sendiri berjumlah ratusan orang.

Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo mengatakan, pelipatan tersebut dilakukan sembari menghitung surat suara yang berada dalam boks ada kekurangan atau tidak, serta serta menyortir ada yang rusak atau tidak. Hal itu juga dilakukan sebagai langkah agar proses pendistribusian surat suara ke kecamatan bisa segera dilakukan sesuai tahapan. Yang mana sesuai tahapannya pendistribusian akan dimulai pada 7 sampai 14 April 2019.

Selain itu, penyortiran juga harus dilakukan agar surat suara yang akan disidtribusikan nantinya tidak tertukar seperti yang pernah terjadi beberapa tahu lalu. Dengan begitu tidak memghambat proses tahapan.

“Ia, target kita kurang lebih satu mingguan pelipatannya. Sebab ada pendistribusian ke daerah-daerah yang harus diprioritaskan seperti karena medah aksesnya yang menjadi kendala kita. Sehingga yang Medan berat seperti ini yang harus diprioritaskan,” ungkapnya di temui di gedung serbaguna beberapahari lalu.

Daerah yang rawan dalam pendistribusian karena infrastruktur jalan yang berat yakni Kecamatan Menukung, Sokan, Tanah Pinoh Barat dan Belimbing Hulu.

“Tentunya yang sulit ini diprioritaskan. Apalagi pada musim hujan seperti sekarang ini, tentu medannya sangat ekstrim,” paparnya.

Tentunya meskipun kondisi Medan yang ekstrim, logistik harus sampai dengan baik di kecamatan. Untuk itulah adanya pengamanan dari pihak kepolisian yang selalu mengawal. Selain membantu agar pendistribusian itu aman dari gangguan, juga memastikan pendistribusian itu berjalan lancar meskipun dengan kondisi Medan yang berat.

“Bagaimana pun pendistribusian harus tetap dalam kondisi aman, apapun kondisi medannya. Maka dari itu target pelipatan serta persiapan logistik di tingkat kabupaten harus sudah matang, sehingga bisa mengejar atau memprioritaskan pendistribusian ke lokasi dengan medan ekstrim tadi” pungkasnya. (KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.