KPU Melawi Tetapkan 160.434 Jiwa Dalam DPT Pilkada 2015

KPU Melawi akhirnya menetapkan 160.434 pemilih masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Melawi mendatang. Jumlah ini menurun 11 ribuan pemilih dibandingkan saat penetapan DPS awal September lalu. <p style="text-align: justify;">Ketua KPU Melawi, Julita ditemui usai Pleno Penetapan DPT Melawi, Jumat (2/10) malam menerangkan, walau sudah ditetapkan, pihaknya tetap akan melakukan perbaikan terhadap data pemilih yang telah masuk di dalam DPT. Apalagi masih ada tahap DPTB (Daftar Pemilih Tetap Tambahan) 1 dan 2 untuk mengakomodir pemilih yang belum masuk dalam DPT.<br /><br />“Tanggal 12 Oktober kita sampaikan DPT ke setiap PPS. Nanti masyarakat diminta untuk kembali mengecek pengumuman DPT di kantor desa. Kalau memang namanya belum terdaftar, silahkan menghubungi PPS. Nanti akan ada masa pendaftaran akan dibuka dari tanggal 13-20 Oktober,” terangnya.<br /><br />Dikatakannya, ia juga meminta akan meminta PPS untuk tetap mengecek pemilih yang tidak memenuhi syarat atau ganda. Begitupula pada masyarakat, bila saat mengecek DPT ada menemukan indikasi pemilih yang tak memenuhi syarat seperti orang yang sudah meninggal, sudah pindah, atau terdaftar dua kali untuk melaporkan ke PPS.<br /><br />“Nanti PPS akan mencoret pemilih tersebut dari DPT,” katanya.<br /><br />Julita pun menerangkan, DPT setelah ditetapkan dalam pleno KPU tidak akan mengalami perubahan angka. Hanya pemilih tetap bisa dicoret bila memang tak memenuhi persyaratan. Dikatakan Julita, DPT menjadi acuan bagi KPU untuk mencetak surat suara.<br /><br />“Surat suara dan C6 (surat undangan pemberitahuan pilkada) berdasarkan DPT ini. Untuk C6 akan ditambah dengan DPTB 1. Yang kita cetak, sama dengan jumlah DPT yang kita tetapkan,” katanya.<br />Dilanjutkan Julita, surat suaranya tetap dikirim ke TPS sesuai dengan jumlah pemilih di TPS plus 2 persen surat suara cadangan. Hanya tak seluruh surat suara yang dikirim akan digunakan, apalagi bila ada di dalam DPT ada pemilih yang dicoret.<br /><br />“Nanti dalam daftar DPT, pemilih ganda, yang tidak memenuhi syarat kan akan diarsir hitam dan diberi keterangan, kalau meninggal ya ditulis meninggal. Itu juga kita sampaikan rekapnya ke Panwaslih, Paslon dan pihak berkepentingan. Surat suara untuk pemilih yang sudah dicoret tentu tak boleh digunakan,” jelasnya.<br /><br />Sementara itu, Ketua Panwaslih, Lennys masih akan meminta data ke KPU, terutama terkait para pemilih yang dicoret dan alasan pencoretannya. <br /><br />“Data ini masih kurang banyak, karena kita menerima rekapannya saja. Panwas juga belum semua data masuk, rinciannya juga belum ada. Makanya nanti kita akan surati KPU minta data pemilih yang dicoret, untuk kita bandingkan,” katanya.<br /><br />Dibandingkan dengan DPT Pilpres, Lennys mengungkapkan ada penambahan pemilih kurang lebih 8.000 jiwa di DPT Pilkada Melawi. Ia juga memberikan apresiasi pada PPK yang sudah menurunkan lonjakan pemilih yang awalnya bertambah lebih dari 17 ribuan.<br /><br />“Tapi kalau kita bandingkan saat pemilu 2009 antara DPT Pilpres di 2009 dengan DPT Pilbup 2010, naiknya saat itu hanya 2 ribu sekian. Nah sekarang 8 ribu lebih. Ini yang harus kita genahkan. Hanya kita berbicara data, maka bantulah untuk mencermati data ini,” katanya.<br /><br />Khusus pemilih di wilayah Nanga Pinoh, Lennys mengatakan untuk wilayah ini tentu akan mendapatkan perhatian khusus mengingat peningkatan pemilih yang cukup tinggi. Menurutnya, pertambahan penduduk tidak serta merta akan membuat bertambahnya jumlah pemilih.<br /><br />“Karena waktu coklit dari DPS 0 menjadi DPS itu, ada beberapa desa yang menjadi catatan kita, seperti Kayan. Disana pemilih tidak ditemukan, ada 200 lebih, tapi pemilih yang belum tercatat ada 100 lebih, ini yang belum bisa kontrol. Data pencoretan itu yang kita tidak dapatkan dari PPK. Alasannya PPK tidak mendapat perintah dari KPU. Kita minta ke KPU sampai hari ini belum diberi,” katanya.<br /><br />Salah satu perwakilan tim pemenangan pasangan calon Firman-John, Ridwan Saidi mengaku puas dengan DPT yang ditetapkan oleh KPU. Apalagi memang sudah ada perbaikan data pemilih yang dilakukan di seluruh kecamatan. <br /><br />“KPU juga masih berkomitmen untuk terus menyisir data pemilih. Perubahannya juga sudah lumayan dibandingkan dengan data pemilih awal,” katanya. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.