Kubu Raya Cegah Meluasnya Dampak Kejadian Pontianak

Aparat kepolisian, TNI, dan tokoh masyarakat adat dari Kecamatan Sungai Ambawang, Kuala Mandor B, Sungai Raya dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar pertemuan membahas upaya pencegahan kerusuhan sebagai kemungkinan dampak dari kejadian di Kota Pontianak. <p style="text-align: justify;">"Pertemuan ini memang dilaksanakan dadakan, namun Alhamdulillah bisa dihadiri tokoh dari Dewan Adat Dayak, masyarakat Melayu, Madura, etnis lainnya serta pihak kepolisian dan TNI. Tujuannya untuk mencegah imbas dari kerusuhan yang terjadi di Kota Pontianak," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, usai memimpin pertemuan yang berlangsung di kantor Kecamatan Ambawang, Kamis malam.<br /><br />Muda menyatakan, sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak, dan jaraknya sangat dekat sekali, tidak menutup kemungkinan bisa terkena imbas dari kerusuhan tersebut. Dikhawatirkan ada mobilisasi massa dari Kubu Raya ke Kota Pontianak atau sebaliknya yang dapat membuat kerusuhan semakin meluas.<br /><br />Dalam kesempatan tersebut dia menyatakan, agar setiap tokoh masyarakat dan adat untuk dapat meluruskan berbagai isu miring terhadap kerusuhan tersebut. Pasalnya, dalam dua hari ini, setelah kerusuhan tersebut terjadi pada Rabu kemarin, berbagai isu miring yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya terus beredar melalui sms, telepon, jejaring sosial dan media lainnya.<br /><br />"Sangat cepat beredar, padahal isinya belum tentu benar, dan ini yang harus kita pahami bersama karena ada baiknya jika kita menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada pihak berwajib yang tentu juga berupaya untuk terus menjaga kondisi keamanan di Kalbar," kata Muda.<br /><br />Dia juga mengaharapkan agar tokoh masyarakat, melalui RT/RW, aparat kepolisian di Polsek-polsek dan Danramil bisa mengingatkan masyarakat agar tidak menulis atau menginformasikan hal-hal yang tidak benar, baik melalui sms, jejaring sosial atau sejenisnya, apalagi sampai mengunggah gambar-gambar kerusuhan tersebut di internet. Pasalnya hal itu bisa menimbulkan pandangan berbeda dari masyarakat, padahal belum tentu apa yang ditampilkan dari gambar tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan.<br /><br />"Pemahaman itu yang harus disampaikan kepada masyarakat semua, agar masyarakat tidak gerah dan terpancing emosinya. Karena jika hal itu sampai berlarut-larut, jelas akan besar sekali dampaknya, terlebih tidak lama lagi siswa akan menghadapi UAS (ujian akhir sekolah)," tuturnya.<br /><br />Jika konflik itu berlarut, Muda mengkhawatirkan hal itu akan mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar dan jika itu sampai terjadi tentu hasil UAS tahun ini tidak bisa dipertahankan.<br /><br />Sebagai Bupati, Muda menghimbau agar masyarakat Kubu Raya tidak mudah terpancing dengan isu dan provokasi yang tidak jelas.<br /><br />Dia menyarankan, agar masyarakat bisa berpikir jernih dalam menyikapi masalah ini, karena dampak negatif dari suatu konflik sangat besar bagi masyarakat itu sendiri.<br /><br />"Kita minta semua kubu untuk bisa tenang dan menahan emosinya masing-masing, karena jika konflik sampai terjadi, bukan hanya satu kubu yang dirugikan, tetapi itu juga berdampak kepada masyarakat luas," kata Muda.<br /><br />Muda juga menyarankan agar masyarakat selalu waspada dengan meningkatkan keamanan di daerahnya masing-masing agar tetap kondusif.<br /><br />Ditempat yang sama, Ketua DAD Kubu Raya, Lasem juga mengimbau kepada masyarakat Dayak yang ada di kabupaten itu untuk tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak jelas.<br /><br />"Kita harapkan masyarakat tetap tenang dan menyerahkan masalah ini kepada aparat kepolisian. Sampai saat ini, masih belum ada pergerakan dari masyarakat Dayak di Kubu Raya, karena kita juga sudah berusaha untuk mencegah hal tersebut," katanya.<br /><br />Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar menjelaskan, info kerusuhan yang marak disebarkan di jaringan Blackberry dan sms hanya dilebih-lebihkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.<br /><br />"FPI dan masyarakat Dayak, hanya ribut dengan percakapan dan sifatnya hanya debat saja, tidak ada tindakan anarki. Memang sempat turun ke jalan melakukan orasi tujuan ke Polda Kalbar, tapi sudah diamankan oleh aparat polisi dan TNI," katanya.<br /><br />Lokasi konsentrasi massa FPI dan Dayak serta kelompok Melayu juga sudah dilakukan pengamanan, sehingga kondisi keamanan terkendali, katanya.<br /><br />"Mohon bagi masyarakat yang mendapatkan info-info yang memperkeruh situasi untuk tidak terpancing. Demi keamanan Kalbar, dan tidak memposting gambar melalui bbm maupun media jejaring sosial yang tidak jelas sumbernya," kata Mukson.<strong> (phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.