Kubu Raya Surplus 42.690 Ton Beras

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya, Gandhi Setyagraha menegaskan sampai saat ini kabupaten itu mengalami surplus 42,690 ton beras pada tahun 2014, sesuai dengan data yang ada. <p style="text-align: justify;">"Data tahun 2014 diketahui luas Panen sebanyak 59,945 hektar di Kubu Raya dengan produksi beras bersih 117,442 ton," kata Gandhi di Sungai Raya, Jumat.<br /><br />Sedangkan jumlah penduduk Kubu Raya 537,207 jiwa dengan konsumsi beras perkapita per tahunnya 139.15 kilogram dengan kebutuhan beras penduduk 74,752 ton.<br /><br />Pemkab Kubu Raya mengalami surplus 42,690 ton pada tahun 2014. Demikian juga pada tahun-tahun sebelumnya, sejak tahun 2009.<br /><br />Untuk tahun ini, lanjutnya, karena tahun berjalan belum bisa ditentukan mengingat petani Kubu Raya masih baru melakukan tanam gadu tahap kedua, baru sekitar januari akan didapatkan data tahun 2015.<br /><br />Dengan data ini sekedar ingin meluruskan terkait pertanyaan anggota DPRD Kubu Raya yang mempertanyakan akurasi data.<br /><br />"Perlu saya tegaskan pemerintah Kubu Raya selalu menyajikan informasi yang apa adanya. Tidak pernah bermaksud melakukan pembohongan publik seperti yang dikirakan oleh anggota Dewan yang terhormat," katanya.<br /><br />Gandhi menyebutkan, pihaknya menyajikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan data yang ada.<br /><br />"Jika anggota dewan kita mempertanyakan hal tersebut, tentulah kita sajikan data," tuturnya.<br /><br />Dia menambahkan, meski Kubu Raya mengalami surplus beras, namun tidak bisa dipungkiri, di kabupaten itu masih banyak masuk beras dari luar.<br /><br />"Soal ada beras dari luar masuk Kubu Raya tidak mungkin bisa kita larang. Karena itu kebebasan pasar, kita tidak bisa menghalangi produk beras manapun masuk pasar kita, tinggal masyarakat yang menentukan pilihan mau mengkonsumsi beras yang mana," kata Gandhi. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.