Kuliner Khas Daerah Melawi Belum Terlihat

Berbicara tentang dunia kuliner tentu langsung membuat lidah kita bergoyang ingin mencicipinya. Namun, jika kita berkunjung ke Kabupaten Melawi, ternyata untuk mencari kuliner (makanan) khas daerah pemekaran Sintang ini masih sangat sulit dijumpai. Padahal, wisata kuliner merupakan salah satu wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Melawi. <p style="text-align: justify;">“Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten memikirkan untuk menggali dan mengembangkan, apa yang menjadi kuliner khas Melawi. Sehingga, dapat dijadikan salah satu produk makanan khas untuk dijadikan oleh-oleh, bagi mereka yang berkunjung kedaerah kita,” saran, Agung Prayogi salah seorang warga Nanga Pinoh, ketika ditemui dikediamannya belum lama ini.<br /><br />Menurutnya, makanan khas daerah juga dapat dijadikan salah satu cara untuk mempromosikan daerah kita ke luar. Selain melalui sektor lainnya, seperti pariwisata alam, kerajinan dan lainnya. Terlebih, saat ini Kabupaten Melawi ,khususnya Kota Nanga Pinoh sudah berubah total kearah pembangunan yang semakin pesat. Terlihat, sejumlah infrastruktur mulai terbenahi.<br /><br />“Lihat saja, Melawi sudah semakin berkembang dalam rentang waktu kurang dari 8 tahun. Jika akses jalan semakin baik, maka otomatis akan membuat segala sektor lainnya menjadi tumbuh. Salah satunya sektor pariwisata. Masyarakat luar daerah semakin tertarik ke Melawi jika mereka tahu apa saja potensi wisatanya yang asyik. Sehingga sangat potensial jika didukung dengan wisata kuliner tersebut,” jelasnya.<br /><br />Dirinya juga pernah mendengar bahwa ada salah seorang pengusaha di Kabupaten Melawi mencoba mengembangkan kuliner Khas Melawi, yaitu Ikan Lele Salai. Namun sayang, belum sampai setahun produk kuliner tersebut hilang begitu saja dari pasaran. Padahal, ini merupakan salah satu upaya yang baik, dalam menggali potensi wisata kuliner yang ada.<br /><br />Jika daerah kapus Hulu terkenal dengan kerupuk basah dan salai Ikan Laisnya, Ketapang dengan Amplangnya. Kabupaten Melawi juga bisa dengan Ikan Lele Salai, Sukun Pedas (keripik berbahan baku buah sukun,red) ataupun Lemang Melawi (makanan berbahan baku ketan yang dimasak melalui bamboo dengan cara dibakar.red). Seperti yang pernah dicoba dikembangkan masyarakat. Tinggal sekarang dukungan dari pemerintah saja. <br /><br />“Kita dapat menginventarisir apa saja makanan khas masyarakat Melawi yang dapat dikembangkan untuk dipasarkan, misalnya pada saat acara adat atau pesta rakyat, tentu banyak sekali panganan khas masyarakat yang muncul dari berbagai bahan baku,” pungkasnya. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.