Kurangnya Alat Komunikasi Akan Mempersulit Pengawasan Pileg

Kondisi geografis Kabupaten Sintang dengan 14 kecamatan yang tersebar disejumlah wilayah perhuluan diprediksi akan mempersulit proses pengawasan jalannya pemilu 9 April 2014 mendatang. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Pengawas  Pemilu Kabupaten Sintang, Edward Sitohang, menyusul adanya 4 kecamatan yang masih menjadi  blank spot alat komunikasi.<br /><br />"4 kecamatan yang masuk katagori blank spot alat komunikasi yang diprediksi akan mempersulit jalannya pengawasan pemilu yang demokratis itu diantaranya, Kecamatan Ambalau,  Kecamatan Serawai, Kecamatan Ketungau Hulu, serta Kecamatan Kayan Hulu".<br /><br />Lebih lanjut di katakan Edward kawasan blank alat komunikasi ini dimaksudkan ialah  kondisi daerah yang tidak terdapat signal handphone biasa, kecuali handphone satlite, sehingga kondisi ini sangat menyulitkan proses pengawasan dan pelaporan dari panwaslu kecamatan, maupun pengawas desa  ke pengawas pemilu di kabupaten sintang.<br /><br />Disinggung soal Undang-undang no 15 tentang penyelenggaraan pemilu pada  pasal 126 terkait fasilitasi pemerintah daerah, ketua panwaslu mengaku belum mandapatkan fasilitas apapun dari pemerintah kecuali peminjaman gedung dan staf pegawai negri dikantor panwalu.<br /><br /><br />ia berharap pemerintah Kabupaten Sintang dapat melihat kondisi panwaslu secara utuh yang harus berdiri diatas netralitas sehingga diperlukan bantuan fasilitas sesuai undang undang nomor 15 tahun 2011, Harap Eduard. <strong>(Das)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.