Laksanakan Pemilu Run, KPU Harapkan Partisipasi Pemilih Meningkat

MELAWI-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Melawi menggelar Pemilu run, Minggu (7/4)di halaman Eks Kantor Bupati Melawi. Kegiatan yang tersebut dihadiri para komisioner KPU, masyarakat dari berbagai kalangan yang juga dihadiri Asisten I Pemerintah Melawi, Imansyah, Bawaslu Melawi, TNI dan Polri.
Imansyah mewakili Bupati Melawi mengatakan, Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam NKRI yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945. Bangsa Indonesia telah beberapa kali menyelenggarakan Pemilu dan beberapa waktu yang lalu juga juga telah selesai melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat dengan lancar, aman dan damai.
“Tentunya hal ini berkat dukungan seluruh komponen dan masyarakat Kabupaten Melawi komitmen serta keinginan kita semua. Pada 17 April 2019 nanti kita akan kembali menyelenggarakan Pemilu serentak sebagai puncak pesta demokrasi lima tahunan, dimana kita akan memilih para anggota legislatif DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD kbaupaten. Serta untuk pertama kalinya juga secara bersamaan kita juga memilih Presiden dan Wakil Presiden. Kita berharap tahapan-tahapan Pemilu 2019 akan berlangsung tertib lancar, aman dan damai,” ungkapnya.
Lebih lanjt Ia mengatakan, Pemilu yang dilaksanakan ini tentunya juga membuktikan adanya semangat untuk bersama-sama mewujudkan pelaksanaan Pemilu yang damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. KPU sebagai penyelenggara, Bawaslu yang melakukan tugas pengawasan Capresdan Cawapres, caleg sebagai peserta Pemilu. Pemerintah selaku fasilitator, kepolisian dan TNI sebagai yang bertugas melakukan pengamanan jalannya Pemilu, dan seluruh masyarakat tentu menghendaki jalannya tahapan Pemilu berlangsung secara aman dan damai.
“Kita sadari bahwa keberlangsungan kontestasi kontestasi Pemilu tentunya memunculkan potensi potensi konflik dan sengketa. Dimana setiap peserta bersaing untuk memperoleh hasil yang maksimal ditambah lagi antusiasme para pendukung dan simpatisan masing-masing kubu seringkali menjadi pemantik konflik dan memperuncing sengketa Pemilu. Namun Kita patut bersyukur bahwasanya terdapat 4 penyelesaian sengketa Pemilu yang telah diamanatkan oleh undang-undang,” jelasnya.
Menjelaskan 4 kanal penyelesaian tersebut yaitu pertama melalui Bawaslu untuk menangani penyelenggaraan administrasi dan sengketa proses Pemilu. Dalam tahapan kampanye peserta Pemilu yang tidak mengindahkan aturan dan tata tertib penyelenggaraan Pemilu maka dapat dilaporkan kepada Bawaslu untuk ditindaklanjuti.
Kemudian yang kedua,melalui Mahkamah Konstitusi yaitu untuk menangani sengketa hasil Pemilu. Misalnya apabila peserta Pemilu tidak menerima atau tidak puas dengan hasil perhitungan Pemilu maka bisa mengajukan keberatannya kepada Mahkamah Konstitusi. “Yang ke tiuga melalui Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP ) yaitu untuk menangani pelanggaran etika penyelenggara Pemilu. Misalnya diduga pihak penyelenggara Pemilu menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan Salah satu peserta Pemilu,” jelasnya.
Yang ke 4 melalui sentra Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yakni terdiri dari Bawaslu Polri dan Kejaksaan yang memiliki kewenangan untuk menangani sengketa pelanggaran pidana Pemilu. Misalnya ada pihak yang mengajukan menghalangi atau mengganggu jalannya kampanye Pemilu dapat dipidana.
“Harapan kita bersama melalui empat karena kanal penyelesaian tersebut, dapat tercipta Pemilu yang berintegritas dan memenuhi asas keadilan dan kepastian hukum. Pemilu Run yang bertemakan Pemilu Berdaulat Negara Kuat, mencerminkan bersama antara semua pihak pemangku kepentingan penyelenggara, pengawas, peserta, pihak keamanan dan masyarakat untuk menyelaraskan satu misi yaitu mensukseskan pemilihan umum serentak 17 April 2019, serta mengobarkan semangat dalam mewujudkan Pemilu yang damai aman dan tertib,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo mengatakan, Pemilu Run adalah kegiatan sosialisasi pemilu serentak tahun 2019 melalui oolahraga, yang melibatkan segenap masyarakat sebagai calon pemilih dan stakholder kepemiluan sebagai pesertanya.
“Kegiatan Pemilu Run ini diharapkan akan menggerakan hati, pikiran masyarakat secara luas, utamanya bagi kaum muda, untuk ikut berpartisipasi aktif dalam Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, dengan cara datang ke TPS untuk menggunakan hal pilihnya,” ungkap suparjo
Pemilu Run merupakan upaya untuk terus meningkatkan partisipasi pemilih menjelang pelaksanaan pemilu17 April 2019 mendatang. “Mudah-mudahan- tahun ini partisipasi pemilih kita semakin meningkat,” pungkasnya. (ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.