Lantik Bantara Dan Laksana, Gudep SMKN 1 Fokus Pembentukan Karakter Siswa

Sebanyak 115 siswa SMKN 1 Negeri Sintang selama dua hari satu malam mengikuti kegiatan pengukuhan dan pelantikan tingkatan Bantara dan Laksana. <p style="text-align: justify;">Dua istilah ini merupakan istilah yang berkaitan erat dengan dunia kepanduan atau pramuka. Para siswa yang mengikuti pengukuhan pada Sabtu (8/3/2014) sore lalu di drop di gedung In door Baning Sintang. <br /><br />Setelah diberikan pengarahan, para siswa yang tergabung dalam sejumlah 15 regu ini secara berkelompok melakukan perjalanan  menuju sekolah mereka di kawasan Jln.MT Haryono KM 5. Jarak dari gedung In door Baning Sintang hingga ke sekolah di tempuh selama kurang lebih 3 jam dengan berjalan kaki. Sesampainya di sekolah, 115 pelajar yang akan dikukuhkan disambut dengan ritual minum air kelapa muda. <br /><br />Kepala SMKN Sintang CHR.Sustiyanti saat ditemui usai memberikan pengarahan kepada peserta pengukuhan Bantara dan Laksana menjelaskan bahwa inti dari kegiatan yang dilaksanakan secara rutin di sekolahnya adalah pembentukan karakter bagi anak. <br /><br />“Inti dan tujuan dari kegiatan pramuka adalah pembentukan karakter anak. Baik melalui berbagaipelatihan dan kedisiplinan. Jadi kita berharap setelah mengikuti kegiatan anak, anak akan lebih disiplin dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan disekitarnya lebih baik. baik terhadap temannya, sekolahnya maupun orang tua dan daerah Sintang secara umum,”jelasnya. <br /><br />Lebih lanjut, Sustiyanti juga menjelaskan bahwa kegiatan kepanduan di sekolah juga diarahkan untuk  peningkatkan kemandirian anak, meningkatkan solidaritas dan rasa tanggungjawab atas apa yang telah dilakukan. Berbagai tujuan pembentukan karakter tersebut menurutnya dilakukan melalui permainan dan pembinaan yang disampaikan oleh para pembinan pramuka. <br /><br />Pembina pramuka sendiri menurutnya bisa merupakan guru sekolah, namun juga bisa Pembina pramuka dari sekolah lain. “Apalagi sudah ada edaran dari kemendiknas bahwa sekarang ini guru juga wajib melakukan pembinaan kepramukaan kepada siswa,”ujarnya. <br /><br />Diyakini Sustiyanti, selain bertujuan untuk membentuk karakter anak, pramuka juga mampu menangkal berbagai kenakalan anak yang memang marak di tingkat usia SMA/sederajat. <br />“Sebenarnya  lebih dari itu, artinya tidak hanya menjadi penangkal tapi juga diharapkan mampu mengikis berbagai aksi kenakalan pelajar,”ujarnya.<br /><br />Terkait kenakalan remaja, Sustiyanti mengatakan bahwa di sintang kenakalan remaja dari sisi criminal belumlah terlalu mengkhawatirkan. Namun kenakalan remaja dari sisi pergaulan bebas menjadi hal yang harus mendapatkan perhatian khusus. <br /><br />“Kenakalan remaja terkait kasus tawuran untuk di sintang ini saya pikir belum seberapa dibandingkan dengan di kota-kota besar di Jawa. Tapi kenakalan remaja di sintang ini lebih pada kenakalan terselubung, yaitu narkoba dan pergaulan bebas. Bahkan menurut saya bisa jadi sebagian besar anak SMA sudah pernah melakukan tindakan yang semestinya belum mereka lakukan. Kalau hanya sebatas teman atau pacaran biasa tidak menjadi masalah. Tapi yang menjurus ke pergaulan bebas itu yang mengkhawatirkan,”bebernya.<br /> <br />Salah stau rangkaian kegiatan yang dilakukan pada pengukuhan Bintara dan Laksana di gugus depan SMKN 1 adalah meminta maaf kepada orang tua. Pembina sengaja mengundang sejumlah orang tua siswa untuk datang ke sekolah. Sehingga anak mereka bisa meminta maaf secara langsung. <br /><br />“Menghadirkan orang tua siswa ini adalah untuk melatih kejujuran siswa untuk mengakui kekurangangan dan kesalahan mereka terhadap orang tuanya. Karena dalam keseharian sekarang ini, rasa kasih sayang anak terhadap orang tua telah terkalahkan oleh keberadaan handphone. Maka kami coba dengan upaya ini,”ungkap Very, Pembina pramuka SMKN 1 Sintang.<br /> <br />Fili dan Adrianus Jamin, dua siswa yang akan dikukuhkan menjadi Bantara mengatakan senang dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu 2 hari tersebut. <br /><br />“Capek sih sebenarnya, karena harus jalan berkilo-kilo. Tapi kami merasa banyak manfaat yang bisa diambil. Kami jadi merasakan betapa pentingnya kekompakan. Kami juga ditantang untuk berani mengakui kesalahan,”ungkap dua pelajar dari jurusan teknik computer Jaringan ini. <em><strong>(ek/das) </strong></em></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.