LEBARAN – Kesadaran Sopir Angkutan Lebaran Kotim Rendah

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menilai kesadaran sopir angkutan lebaran daerah itu sangat rendah. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami sangat prihatin dengan prilaku para sopir di Kabupaten Kotim, sebagian dari mereka menolak diperiksa kesehatannya, padahal pemeriksaan itu demi kepentingan orang banyak," kata Kepala Dinkes Kabupaten Kotim, Yuendri Irawanto di Sampit, Rabu.<br /><br />Masih adanya sejumlah supir yang menganggap remeh kesehatan, dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap keselamatan penumpang yang dibawanya.<br /><br />Sesuai ketentuan setiap supir wajib dalam kondisi sehat jasmani maupun rohani, tidak mengunsumsi alkohol maupun narkoba saat mengendarai kendaraan.<br /><br />Terhadap mereka yang menolak diperiksa kesehatannya Dinkes tidak berhak memaksa, namun kepada para agen travel untuk bisa memberikan pengertian kepada mereka dan apabila perlu teguran.<br /><br />Menurut Yuendri, sampai saat ini tidak ditemukan adanya supir yang mengunsumsi narkoba atau alkohol, dan yang ada hanya tekanan darah yang tinggi akibat kelelahan dan tegang selama perjalanan.<br /><br />Bagi mereka yang sakit akan diberikan pengobatan dan disarankan untuk istirahat hingga kondisi tubuhnya kembali sehat.<br /><br />"Pemeriksa kesehatan kami lakukan ke semua supir angkutan lebaran, sebab kami tidak ingin kejadian tahun lalu terulang, seorang supir bus ditemukan positif mengunsumsi narkoba jenis ekstasi," ucapnya.<br /><br />Namun kelihatannya yang bersangkutan tetap mengemudi meski pihak Dinkes telah melarang, bahkan pihak aparat kepolisian juga membiarkan hal tersebut, ujarnya menambahkan.<br /><br />Untuk meberikan pelayanan kepada masyarakat, Dinkes menyiagakan seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kotim, baik menjelang maupun selama perayaan lebaran nanti.<br /><br />Siaga Puskesmas tersebut sebagai langkah antisipasi adanya peningkatan serangan penyakit, terutama penyakit diare.<br /><br />"Penyakit diare biasa menucul dan mudah menyerang masyarakat, terutama pada hari raya Idul Fitri karena pada saat itu masayarakat banyak mengunsumsi berbagai jenis makanan dan minuman yang kebersihannya kurang diperhatikan," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.