LIPSUS: DKB I Puji Perkembangan PTPN 13 Kebun Sintang Di Nanga Jetak

Inovasi bisa didefinisikan sebagai proses tertentu seorang dengan melalui pendayagunaan pemikiran, kemampuan imajinasi, sebagai stimulan dan individu yang mengelilingnya yang berusaha menghasilkan produk, baik dari dirinya sendiri ataupun bagi lingkungannya. <p style="text-align: justify;">Sementara kreatifitas adalah kemampuan berfikir untuk meraih hasil-hasil yang variatif, serta memungkinkan untuk diaplikasikan, baik dalam bidang keilmuan, kesenian, kesusastraan, maupun bidang kehidupan lain yang berlimpah.<br /><br />Dua hal itulah yang saat ini dikembangkan oleh PTPN 13 Kebun Sintang, dibawah kepemimpinan Manager Kebun, Bapak Jondi, dengan melakukan terobosan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan, yakni dengan mengelola lahan tidur menjadi lahan yang produktif untuk tanaman sayur.  Bukan hanya sekedar mencari prestise ataupun memenuhi anjuran perusahaan, akan tetapi lebih daripada itu adalah untuk membangun kesadaran akan pentingnya pemanfaatan lahan sekitar bagi ekonomi produktif.<br /><br />Apa yang dilakukan tersebut, mendapatkan respon positif dari Tim Penilai dari Kantor Pusat yang pada setiap tahunnya melakukan kegiatan pemantauan di unit-unit kebun di wilayah PTPN 13. Tim Penilaian yang langsung dipimpin oleh General Manager HS. Manalu beserta ibu (Ruslinda Sianipar), dan rombongan yang berjumlah 23 orang, melakukan peninjauan terhadap kebun sayuran dan buah, yang baru 4 bulan di bangun namun sudah menghasilkan.</p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20120812014150_BFF9492.jpg" alt="" width="300" height="225" />          <img src="../../data/foto/imagebank/20120812014226_110767B.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20120812014311_5DE8431.jpg" alt="" width="300" height="225" />          <img src="../../data/foto/imagebank/20120812014402_2DE7A68.jpg" alt="" width="300" height="225" /><br /><br />Menurut Manager Kebun Sintang, Bapak Jondi tim penilai ini berasal dari Distrik Kalimantan Barat I (DKB I). Tim ini, lanjutnya akan memberikan penilaian dari berbagai aspek yang ada di kebun-kebun atau unit-unit kerja PTPN 13.<br /><br />“Semua dinilai, mulai dari amplesmen, perumahan, Taman Kanak-Kanak termasuk juga kebun kolektif,” ungkap Jondi disela peninjauan tim penilai DKB I, Sabtu (11/08/2012). Ditambahkannya, penilaian tahunan ini memang dilaksanakan pada menjelang HUT RI.<br /><br />Dalam peninjauan serta penilaian tersebut, Ibu Ruslinda Sianipar sangat terkesan terhadap apa yang dilakukan oleh Bapak Jondi yang memanfaatkan lahan tidur dengan menjadikannya sebagai lahan yang produktif.<br /><br />“Apa yang dilakukan oleh Bapak Jondi selaku pimpinan dan Ibu, yang memanfaatkan lahan sekitar ini sangat baik sekali serta sesuai dengan yang menjadi harapan PKK secara nasional ataupun IIKK dilingkungan PTPN 13,” ungkap Ruslinda Sianipar pada kalimantan-news.com disela peninjauannya.<br /><br />Ditambahkan, dengan adanya pemanfaatan lahan kosong ataupun yang tidak tergarap dan merubahnya menjadi produktif dengan tanaman yang memang sangat dibutuhkan tentunya akan sangat bermanfaat untuk karyawan ataupun masyarakat sekitar.</p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20120812014432_13D3F98.jpg" alt="" width="300" height="225" />          <img src="../../data/foto/imagebank/20120812014457_052AD29.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p> <p style="text-align: justify;">"Hasilnya tentu tidak harus dijual, paling tidak dapat dirasakan oleh sesama dan itu sangat korelasi dengan motto kami, tangan untuk memberi dan hati untuk mencintai,” ujarnya.<br /><br />Apa yang dilakukan ini, lanjutnya diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam memanfaatkan pekarangan guna memenuhi kebutuhan hidup.<br /><br />“Jadi tujuan kami datang adalah untuk melihat langsung kebun-kebun mana yang bisa berhasil guna serta berdaya guna untuk lingkungan. Ini dilakukan setiap tahun di seluruh kebun-kebun PTPN 13,” ungkapnya.<br /><br />Ditambahkan, ada 10 kebun yang ditinjau oleh tim penilai DKB I  mulai dari Meliau, Gunung Mas,  Sungai Dekan, Rimba Belian sampai dengan kebun Sintang di Nanga Jetak.<br /><br />Dirinya berharap pula dengan apa yang telah dilakukan PTPN 13 Kebun Sintang dibawah pimpinan Bapak Jondi ini dapat menghasilkan yang terbaik.<br /><br /><br /><strong>Sebagai Bagian Dari Program Nasional Ketahanan Pangan</strong><br /><br />Sementara itu, General Manager PTPN 13 Distrik Kalimantan Barat I, HS.Manalu mengungkapkan kepada kalimantan-news.com, kunjungan yang dilakukan ini sudah sebagai tradisi setiap tahun menjelang HUT RI sekaligus juga untuk memberikan motivasi kepada seluruh karyawan dan pimpinan diwilayah DKB I.<br /><br />“Meskipun tujuan akhirnya adalah pemanfaatan lahan kosong sehingga tidak ada lagi dijumpai lahan tidur yang tidak termanfaatkan, sehingga karyawan termotivasi ikut berperan serta dalam peningkatan ketahanan pangan,” ungkapnya.</p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20120812014553_9814D20.jpg" alt="" width="300" height="225" />          <img src="../../data/foto/imagebank/20120812014645_0B49DED.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p> <p style="text-align: justify;">Terhadap kebun kolektif yang ada di Nanga Jetak ini, HS Manalu menilai apa yang dilakukan oleh pimpinan Kebun Sintang ini dapat dijadikan motiovasi tidak saja bagi karyawan akan tetapi juga lingkungan sekitar perusahaan.<br /><br />“Sementara hasilnya dapat dibagikan kepada lingkungan sekaligus juga contoh bagi mereka agar dapat memanfaatkan lahan-lahan kosong,” jelasnya.<br /><br />Pengolahan lahan kosong menjadi lahan produktif, kata GM DKB I ini akan menjadi langkah awal dalam pembenahan ekonomi masyarkat, sebab dari pemanfaatan lahan kosong tersebut masyarakat mendapatkan hasil dari tanaman yang di kembangkan tersebut.<br /><br />“Selain kedepannya dapat menjadi nilai tambah bagi masyarakat, produksi komoditas pertanian juga dapat meningkat guna ketahanan pangan dan lebih bervariatif,” katanya.<br /><br />Dijelaskan, untuk peningkatan ketahanan pangan sebenarnya disekitar kebun karet yang ada dapat ditanam dengan tanaman tumpang sari seperti yang dilakukan di kebun PTPN 13 di Kalimantan Selatan.<br /><br />“Sudah kita ujicobakan dengan 200 hektar di Kalimantan Selatan. Meskipun disini belum, tapi arahnya sudah kesana. Hanya saja kita sedang cari tanaman apa yang cocok dengan wilayah di Sintang atau kebun lainnya di DKB I. Tapi yang cocok adalah padi ladang,” kata HS Manalu.<strong> (*)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.