Manajer Pabrik PT. TBSM Tak Mau Katemu Wartawan, Ada Apa?

SEKADAU – Perusahaan perkebunan sawit, PT. Tintin Boyok Sawit Makmur (TBSM) yang sudah dibeli oleh PT. LG atau perusahaan asal Korea ini bungkam saat ditanyai wartawan berapa perusahaannya membeli TBS kelapa sawit baik kepada petani plasma ataupun petani swadaya (mandiri).

Ketika sejumlah wartawan dari berbagai media mendatangi kantor manajemen pabrik kelapa sawit PT. TBSM, Senin (15/10/18) siang, yang tujuannya mau ketemu manajer pabrik malah manajemen pabrik mengarahkan untuk bertanya kepada Humas PT TBSM.

Padahal, sejumlah wartawan sudah dengan sabar menunggu lama di Pos Satpam untuk bertemu manajer pabrik bahkan, oleh Satpam dimintai KTP dan harus mengisi buku tamu.

Setelah menunggu sekian lama, sejumlah wartawan ini pun dipertemukan dengan divisi Humas, Yusman. Namun, barus saja ditanya berapa perusahaannya membeli TBS, Yusman sama sekali tidak bisa menjawab. Itu urusan manajemen pabrik, kami hanya mengurus masalah lapangan,” ucap Yusman.

Tidak lama kemudian, Stevanus Angkuan yang juga sebagai Humas masuk ke ruangan kantor divisi Humas sembari menyapa para wartawan.

Lucunya, saat dikonfirmasi perihal berapa harga beli TBS, keduanya yang sama-sama divisi humas malah mengaku tidak tahu-menahu mengenai hal tersebut.

“Soal harga ada tim komersil yang menetapkan, dan itu di kantor induk sana PT. Parna Agro Mas, kami tidak tahu. Sejak kepemilikan baru ini, kami hanya mengurusi lapangan,” kata Stevanus Angkuan yang merupakan mantan general manager PT. TBSM menjawab wartawan.

Ketika ditanyai dimana keberadaan tim komersil penentu harga dengan maksud agar dapat dikonfirmasi secara langsung, tim humas ini juga kebingungan.

“Silahkan tanya ke PT Parna Agro Mas saja,” ujar Stevanus.

Menurut Stevanus, sebenarnya manajemen pabrik yang lebih tepat untuk menjawab pertanyaan para wartawan masalah harga TBS tersebut. Namun sayangnya, manajemen pabrik sepertinya enggan meladeni wartawan dan malah melempar ke divisi Humas.

“Sebetulnya manajemen pabrik yang lebih tepat menjawab masalah harga TBS,” ucap Stevanus lagi. (AS/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.