Masjid As Shobirin Laksanakan Shalat Jumat Perdana

MELAWI – Setelah melalui proses dan tahapan yang cukup panjang, akhirnya Surau Shobirin berubah statusnya menjadi Masjid. Pelaksanaan Jumat perdana pun baru dilaksanakan pada, Jumat (1/3/2019).

Pada Jumat Perdana tersebut selaku imam dan khatib ketua MUI Melawi, K.H. Joko Supeno Mukti Al Hafidz. Juga tampak ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Melawi, Dadi Sunarya Usfa, yang ikut hadir untuk melaksanakan ibadah Jumat nya.

Ketua Masjid As Shobirin, M. Junaidi mengatakan, syukur alhamdulillah Surau Shabirin kini sudah berubah status menjadi Masjid As Shobirin tertanggal Januari 2019.

“Alhamdulillah pula, seiring perubahan status tersebut, Masjid mendapatkan wakaf tanah dari seorang hamba Allah,” paparnya.

Junaidi mengatakan, pada shalat Jumat Perdana ini, banyak meminta maaf karena keterbatasan fasilitas sehingga membuat banyak jamaah yang tidak kebagian tempat didalam sehingga melaksanakan shalat di luar masjid.

“Insya Allah setelah perubahan status ini, kami aka. Membangun masjid yang megah di jalur Pesisir Sungai Melawi ini,”paparnya.

Junaidi juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Ketua MUI dan ketua DMI yang telah hadir, untuk ikut melakukan syukuran pada Jumat Perdana ini.

Ditempat yang sama, Ketua DMI Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa mengatakan, perubahan status surau Shabirin menjadi Masjid As Shobirin ini menjadi suatu kebanggaan umumnya bagi umat muslim Melawi dan khususnya di Desa Paal Nanga Pinoh. “Lokasi ini sangat strategis dan yang paling penting dimakmurkan dalam ibadah 5 waktu. Harus kita syukuri, terlebih masjid ini sangat banyak jamaah ya,” ujarnya.

Masjid yang ada di Melawi pada tahun 2019 ini sesuai data Kemenag kurang lebih sebanyak 400 lebih. Namun yang adzan melaksanakan shalat 5 waktu belum semuanya. Sehingga ini menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk memakmurkannya. “wajib hukumnya untuk kita memakmurkan Masjid,” ajaknya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Melawi itu juga mengatakan, Setelah dikukuhkan nantinya, DMI memiliki program Shalat Maghrib Isya Keliling. Yang mana juga di isi dengan tausiyah-tausiyah. Hal itu sebagai upaya membangkitkan semangat umat muslim dalam memakmurkan Masjid.

Sementara itu K.H Joko Supeno Mukti Al Hafidz dalam tausiyahnya menjelang kan keutamaan memakmurkan Masjid. Ada dua pengertian memakmurkan masjid Allah . Pertama, membangun masjid, memperindah atau memperkokoh bangunannya, namun ini hanya sekedar sarana saja, bukan tujuan utama memakmurkan masjid.

Kedua, memakmurkan dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah dan berzikir kepada-Nya di dalam masjid tersebut. Oleh karena itu, di dalam ayat sebelumnya Allah menegaskan, “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat Quran Surat At-Taubah 9: 18”.

Joko mengatakan, Allah mengkhususkan upaya memakmurkan masjid dalam bentuk amal-amal ibadah tersebut, karena itulah tujuan yang sebenarnya. Tidaklah maksud memakmurkan masjid hanya sekedar bermegah-megah dengan bangunan masjid atau meninggikan bangunannya. Perkara-perkara seperti ini tidak ada nilainya dan tidak teranggap.

Meskipun demikian, siapa saja yang membangun masjid dengan menginfakkan hartanya untuk meraih ridho Allah, juga diniatkan untuk membantu kaum muslimin dalam menegakkan atau melaksanakan ibadah kepada Allah , maka hal ini merupakan maksud atau niat yang baik dan termasuk amal shalih.

“Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah haditsnya, ‘Barangsiapa membangun masjid karena Allah Ta’ala, Allah akan buatkan yang semisal untuknya di surga Hadist Riwayat Tirmidzi nomor 318 dan Ibnu Majah nomor 736,” ungkapnya.

Untuk itu, kewajiban umat muslim mmakmurkan setiap rumah-rumah Allah dengan kegiatan-kegiatan ibadah, baik itu melaksanaan shalat 5 waktu berjamaah di masjid, hingga kepada kegiatan ibadah lainnya. “Itu adalah tanggung jawab seluruh umat muslim,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.