Masyarakat Pedalaman Kalbar Butuh Minyak Tanah Bersubsidi

Masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan Barat masih membutuhkan minyak tanah bersubsidi karena masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk penerangan (lampu). <p style="text-align: justify;">"Warga masih butuh minyak tanah untuk bahan bakar penerangan karena belum ada listrik," ungkap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Landak Markus Amid saat dihubungi di Ngabang terkait keluhan masyarakat atas sulitnya mendapatkan minyak tanah, Kamis.<br /><br />Meskipun konvensi minyak tanah ke LPG sudah diprogramkan pemerintah. Namun masyarakat masih membutuhkan minyak tanah bersubsidi bukan untuk kebutuhan kompor tapi untuk pelita karena listrik tidak ada, katanya.<br /><br />Untuk itu harus menjadi perhatian bagi pemerintah baik daerah maupun pusat untuk menyikapi masalah ini.<br /><br />"Kalau memang pemerintah belum mampu memberi fasilitas penerangan listrik bagi masyarakat pedalaman, maka minyak tanah bersubsidi masih perlu diberlakukan atau memberi fasilitas lampu berbahan bakar LPG," kata Markus legislator asal Dapil Landak V (Kuala Behe dan Air Besar).<br /><br />Ia menegaskan, selama ini konvensi minyak tanah ke gas hanya dinikmati masyarakat di perkotaan. Tapi kalau masyarakat di pedalaman tetap belum merdeka.<br /><br />Warga sekarang kesulitan mencari minyak tanah. Kalau ada pun harganya mahal karena tak disubsidi lagi oleh pemerintah. Padahal anak-anak mereka butuh penerangan di malam hari saat belajar atau mengerjakan tugas sekolah.<br /><br />"Untuk aktivitas dapur warga menggunakan kayu bakar, jadi LPG sebenarnya belum dibutuhkan oleh mereka. Sehingga perlu ada perhatian khusus dari pemerintah soal subsidi minyak tanah ini," tegas Markus.<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Landak Andi Ali mengaku subsidi minyak tanah di Kabupaten Landak sudah dicabut oleh pemerintah. Karena sudah masuk konvensi minyak tanah ke LPG.<br /><br />"Bahkan kami sudah mengajukan kepada pemerintah pusat untuk memberikan bantuan juga lampu LPG. Karena masyarakat Landak khususnya di pedalaman masih membutuhkan, karena tak ada listrik PLN, jadi saat ini pakai pelita dengan bahan bakar minyak tanah," tandas Andi.<strong> (phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.