Masyarakat Pesisir Kutim Ancam Blokir Jalan Provinsi

Kerusakan jalan kawasan pesisir Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang menghubungkan sejumlah desa dan kecamatan di wilayah itu, membuat warga setempat berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dengan memblokir jalan provinsi. <p style="text-align: justify;"><br />"Masyarakat pesisir, khususnya warga Kecamatan Karangan dan sekitarnya, sudah habis kesabaran sehingga mengancam akan unjuk rasa dan akan memblokir ruas jalan provinsi," kata Camat Karangan, Suwandi, Sabtu.<br /><br />Menurut Camat Suwandi, warga sudah ada yang melapor dan berencana memblokir jalan provinsi, karena keluhannya selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun terkait rusaknya jalan tidak direspons.<br /><br />Tidak ada respons, baik dari pemerintah kabupaten dan provinsi maupun dari anggota DPRD. Padahal, mereka sudah sering mengirim surat dan menyampaikan aspirasinya secara langsung saat reses, namun sampai sekarang tidak ada titik terangnya.<br /><br />Begitu juga keluhan telah disampaikan langsung kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur, juga tidak ada respons.<br /><br />"Kondisi jalan rusaknya sangat parah, kalau hujan menjadi kubangan dan sangat sulit dilewati kendaraan, bahkan jalan kakipun susah," kata Camat Suwandi.<br /><br />Jalan di kawasan pesisir, kata Camat, berupa tanah agregat dan menjadi berlumpur serta sulit dilalui ketika musim penghujan.<br /><br />Karena jalan ruas jalan provinsi di wilayah mereka tidak segera diperbaiki, maka warga sudah tidak sabar lagi dan berencana akan memblokir jalan provinsi yang menghubungkan ibu Kota Sangata- Samarinda dengan wilayah pesisir.<br /><br />Parahnya kerusakan jalan wilayah pesisir mengakibatkan lumpuhnya akses ekonomi ke kecamatan Karangan dan sekitarnya terutama yang masuk ke desa-desa.<br /><br />"Harga bahan-bahan kebutuhan masyarakat seperti sembako jelas terkena imbasnya, harganya bakal naik karena biaya transportasi tinggi," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.