Melawi Perlu Pabrik Mini Kelapa Sawit

Kelapa Sawit merupakan komoditi yang sangat menjanjikan. Kelapa Sawit bisa dimasyarakatkan seperti halnya dengan menanam Karet. Masyarakat bisa membangun kebun-kebun Kelapa Sawit sesuai dengan kemampuan. Namun yang terpenting tersedianya pabrik mini pengelolaannya. <p style="text-align: justify;">Salah seorang Tokoh Pemuda Melawi, Heri, SP mengatakan, di Pulau Sumatra perkebuna sawit begitu merakyat dari perusahaan dengan pola kemitraan berupa Inti dan PIR. Namun begitu, secara mandiri, masyarakat juga membangun perkebunan pabrik pribadi. <br /><br />“Kondisi itu membuat Pulau Sumatra sebagai daerah penghasil CPO terbesar di Indonesia jadi di Melawi seharusnya bisa mencontoh itu,” ungkap Supardi kepada wartawan, kemarin. <br /><br />Ia menjelaskan, dengan maraknya pekebunan sawit rakyat yang diolah di pabrik-pabrik mini. Membuat rentang panen hingga menjadi CPO menjadi pendek.  <br /><br />Pabrik-pabrik mini ini akan menjual hasil CPO ke pabrik besar. “Akibatnya, harga sawit bisa lebih tinggi ditingkat masyarakat jika dibandingkan dengan masyarakat menjual pada penampung tanpa ada proses. Ini yang membuat harga sawit betul-betul menopang ekonomi masyarakat,” ulasnya. <br /><br />Lebih lanjut Heri mengatakan, perbandingannya, jika ada pabrik mini yang dekat dengan masyarakat, diyakini masyarakat akan bergairah menanam sawit sesuai dengan kemampuan masing-masing. Masyarakat pasti mau menanam sawit. Bahkan bisa jadi sawit menggantikan karet. <br /><br />“Karet sangat mudah dijual, banyak penampung-penampun di desa-desa. Itu yang membuat karet sebagai komoditi yang disenangi masyarakat saat ini. Beda halnya dengan sawit, masih belum dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.<br /><br />Menurut Heri, adanya pabrik mini, hingga masyarakat bisa menjual buah tandan sawit dalam ukuran kecil, maka sawit akan merakyat. Dalam konteks Melawi, pemerintah bisa mendorong terbentuknya pabrik-pabri kecil, khususnya disentra-sentra sawit disekitar perkebunan warga. Harapannya, ini menjadi model atau percontohan untuk masyarakat membuat hal yang sama. <br /><br />“Apa yang terjadi di Sumatra bisa saja dilakukan di Melawi terpenting ada contoh keberhasilan. Bila itu bisa dilakukan, maka orang akan banyak yang meniru,” tandasnya. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.