Membangun Melawi Mesti Perhatikan Lingkungan Hidup

Melawi saat ini sedang marak membangun, baik oleh pemrintah maupun oleh pihak swasta. Dalam membangun mesti memerhatikan lingkungan hidup. Jangan sampai keseimabangan alam dirusak. <p style="text-align: justify;">“Dalam melakukan pembangunan, pihak penyelanggara pembangunan harus mengutamatan kelestarian lingkungan,” kata Anggota Pencinta Alam (PA) Kepuak Melawi, Jane Ridho, ditemui kemarin<br /><br />Dikatakannya, upaya pengelolaa lingkungan sudah mendesak untuk dilakukan. Oleh karena itu, dituntut perubahan prilaku yang ramah lingkungan dan penataan terhadap lingkungan. Upaya mitigasi dan adaftasi terhadap kerusakan lingkungan harus dilakukan secara konsisten agar terjadi keseimbangan ekonomi, sosial dan budaya.<br /><br />“Kebupaten Melawi sedang giat melakukan pembangunan disegala bidang salah satunya adalah mengelola sumber daya alam. Itu dilakukan untuk menuju masyarakat Melawi yang sejahtera dan mandiri,” ulas Ridho.<br /><br />Dikatakan Ridho, dalam mewujudkan ruang wilayah yang aman, nyaman produktif dan berkelanjutan diperlukan tata ruang untuk generasi sekarang tanpa pengorbankan kepentingan genersi yang akan datang. Hal ini bisa diwujudkan bersama, apabila pembangunan yang dilakukan jika tujuan ekonomi, sosial dan lingkungan mempunyai proporsi yang berimbang. <br /><br />Ridho menjelaskan, permasalahan lingkungan hidup di Indonesia khusunya di Melawi cendrung meningkat. Hingga menimbulkan permasalahan lingkungan yang sangat komplek. Seerti banjir,pencemaran air, kekeringan dan kebakaran hutan. Di lain pihak masih banyak jenis usaha atau kegiatan yang menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dampaknya saat ini sudah dirasakan. <br /><br />Dijelasknnya, dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah, antara pemerintah, pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten/ kota bidang lingkungan hidup, semula hanya ada 7 urusan sub-sub bidang lingkungan hidup kini menjadi 19. <br /><br />“Hal ini menunjukan beban kerja beben kerja bidang lingkungan hidup semakin besar. Logikanya, harus diantisivasi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk dapat membangun keberlanjutan yang berwawasan lingkungan,” paparnya. <br /><br />Diterangkannya penanganan masalah lingkungan sendiri tidak cukup hanya dilakukan pemerintah, akan tetapi masyarakat dituntut untuk memiliki kesadaran terhadap pentingnya menciptakan lingkungan hidup yang baik. <br /><br />Tanpa partisipasi masyarakatpengelolaan lingkungan hidup akan sulit dan menghadapi banyak kendala. “Mengingat masalah lingkungan pada dasarnya tidak dapat dibatasi oleh batasan-batasan administasi suatu daerah. Hingga pendekatannya harus lebih pada fungsi ekosistem,” ulasnya. (Ira/Kn)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.