Menlu RI Prihatin, Anak 14 Tahun Menjadi Korban Kawin Kontrak di Tiongkok

Pontianak, (kalimantan-news.com) – Kunjungan Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, berkunjung ke Mapolda Kalimantan Barat dengan agenda pertemuan para korban pengantin pesanan. Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Bupati Sambas, dan kepala dinas terkait yang ada di Bumi Khatulistiwa ini.

Pada kesempatan itu, Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, menyebut kasus para korban pengantin pesanan musti semua pihak sadar akan arti pentingnya menjaga keluarga di antara mereka.

“Ini termasuk transnasional crime. Sehingga penanganannya termasuk extra ordinary crime. Hal ini menjadi hal yang sangat utama bagi kita,” kata Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menegaskan tidak main-main dengan permasalahan tersebut.

“Nanti akan kita kembangkan lagi terkait kasus – kasus masalah dukcapilnya. Pemalsuan identitas dan sebagainya,” ujar Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menjelaskan,” Dari 3 tersangka ini korbannya ada 5, yang sudah berangkat itu 5, dan yang belum berangkat itu 2,”.

Di tempat yang sama Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, menegaskan,” Pada bidang diplomatik kita sudah menyampaikan konsen kita, pada pemerintah Tiongkok, saya sudah melakulan pertemuan dengan duta besar Tiongkok, dan duta besar kita yang berada di Tiongkok sudah bertemu dengan mentri luar negeri Tiongkok untuk menyamakan persepsi bahwa kasus ini dilihat sebagai dugaan tindak pidana TPPO bukan hanya pernikahan biasa,”.

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, mengaku, “Saya sebagai perempuan, saya juga sangat miris, melihat kasus ini, karena melibatkan perempuan Indonesia yang menjadi korban, dan sebagian dari mereke masih berusia yang sangat muda, satu di antara 7 yang saya temui, berusia 14 tahun,”.

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi berhatrap,” Kerja sama yang baik antara semua pihak, terutama yang berada di hulu, Untuk melakukan pencegahan dari pihak kepolisian juga saya minta komitmen yang tinggi untuk membuka dari kejahatan transnasional ini,”.

Sumber: Hms Polda Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.